Kajian Bulughul Maram – Bab Lalat dan Al – Aniyah ( Wadah/Bejana)

Kajian Bulughul Maram, Pertemuan Ke-5

Ustadz Bagus Priyo Sembodo

Masjid Al-Ihsan , Suryodiningratan, Kamis 20/4/2017 Ba’da Isya-Selesai

Ditulis oleh : Novie Najmi

 

Assalaamu’alaikum Wahai hati, apa kabar hari ini ? semoga tetap cerah yaaa.. walaupun dari habis subuh jogja diguyur hujan. Hati tetep cerah dong . Eh nggak tau ding, di belahan jogja yang lain entah hujan apa enggak, yang pasti timoho hujan 🙂 syahdu dan mustajab banget buat berdoa nih hehe. Betewe,  aku mau ngelanjutin kajian bulughul maram pertemuan ke-5 ini..

Lets Ceki..ceki…

# Hadist Tentang Lalat

Apabila jatuh lalat dalam minuman kalian, maka hendaknya kalian tenggelamkan lalat tersebut. Hendaklah dia memungut lalat tersebut dari minuman. Maka sungguh didalam salah satu sayapnya ada penyakit, dan di sayap yang lain , ada obatnya.

 

Masih Berkaitan dengan bab Thaharah nih, ulama mengambil hukum :

  1. Lalat itu tidak najis, baik dalam keadaan hidup ataupun mati, sehingga tidak menajiskan minuman yang dihinggapi
  2. Rasul memberitahu penelitian ilmiah mengkonfirmasi bahwa di dalam tubuh lalat ada penyakit. Dan hadist ini juga memberitahu bahwa di dalam sayap lalat yang lain ada obat. Nah obat yang ada didalam sayap lalat, bisa larut dalam air (cairan).

 

# Tanya : Bagaimana perlakuan pada minuman yang dihinggapi lalat ?

Jawab : (1) Menenggelamkan seluruh tubuh lalat kedalam air tersebut (2) Membuang lalatnya. Dua tindakan tersebut, membuat minuman aman untuk dikonsumsi.

# Tanya : Bagaiamana seandainya lalat tersebut tidak ditenggelamkan?

Jawab : Jika lalat tidak ditenggelamkan, maka minuman tersebut tidak najis, namun terkontaminasi penyakit.

 

# Tanya : Bagaimana  jika lalat itu menghinggapi benda padat ? semisal roti, kue dsb

Jawab : berarti lalat itu menularkan penyakit, caranya adalah dengan membuang bagian yang terkena lalat.

# Hikmah yang bisa diambil adalah :

Jadi nasehatnya adalah : Hendaklah menjaga makanan yah, biar nggak dihinggapi lalat 🙂

 

Hadist Selanjutnya :

# Hadist tentang Pemotongan anggota tubuh hewan yang masih hidup

Contoh :

  • Ada sapi yang dipotong kakinya yang sebelah kanan, kemudian kakinya digoreng atau digulai. Walaupun darahnya mengalir, ini masuk dalam kategori bangkai, karena sapi dipotong pada saat masih hidup.
  • Pengambilan bulu domba yang masih hidup, ini juga masuk kategori haram. Karena pemotongan bagian tubuh hewan halal yang masih hidup masuk kategori bangkai.
  • Bagaimana kalau ikan ? Jika ikan masih hidup, dan dipotong bagian tubuhnya, ini halal.

 

Hadist selanjutnya…

# Hadist Tentang Al- Aniyah (Segala sesuatu yang berhubungan dengan wadah, baik panci, ember, baskom, piring, gelas, dsb..)

Janganlah kalian minum dalam wadah emas dan perak, pada asalnya hukumnya adalah haram. Dan janganlah makan pada piringnya, sesungguhnya wadah yang terbuat dari emas dan perak itu digunakan oleh orang kafir.

 

  • Larangan ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan , tak terkecuali. Sedangkan memilikinya tidaklah berdosa.

 

# Hadist selanjutnya…

Orang-orang yang minum di wadah tersebut, hanyalah menuangkan api jahannam kedalam perutnya. Maksudnya adalah Hal ini haram, dan amalan tersebut memasukkannya ke dalam neraka.

 

Penutup :

Hikmah dari pelarangan ini adalah untuk mencegah sikap hidup sombong dan berlebih-lebihan. Nggak kebayang deh kalau ini di halalkan, orang macam kaya raya nggak Cuma makan minum pake wadah emas, bisa-bisa  bikin WC juga pake emas, “Nyoh,, WC ku terbuat dari emas” bhahaha-  bah! Pamer, sombongnya 😀 nah ini nih yang nggak boleh 🙂

 

Jazakumullah khairan Katsir

Sudah membaca, mohon koreksi jika ada kesalahan penulisan 🙂

 

Yogyakarta, 21 April 2017

Alfaqir Ila Allah

Novie

 

Advertisements

Kamu kah Orang Yang Menyebalkan Itu?

Kamu tau gak? ada dua orang yang menyebalkan di dunia ini.  bukan versi forbes apalagi versi google,  tapi versinya aku,  iya… aku..

Orang itu adalah :

 

[1] Orang yang Fanatik/Cinta Buta/Taklid buta (About something or someone)

* contoh kasus :

“Pokoknya aku cuma mau sama dia, walopun dia nggak suka sama aku” padahal nyatanya kamu sudah ditolak dan sampe si cewek nikah dan punya anak, kamu masih tetap berharap sambil bilang “kutunggu jandamu”. Bang bang.. Lu lupa ya,  situ bukan irwansyah bang yang ngeluarin single album berjudul “kutunggu jandamu.”

 

* “pokoknya ahoax kudu menang jadi gubernur, dan gue berharap banjir bisa teratasi.  “

— Bang.. Bang lu lupa kali ya bang,  mana ada banjir bang di jakarta.  Catet ya!  Itu tuh genangan bukan banjir!  Situ sih kebanyakan dengerin lagu lawas “Sepanjang jalan Genangan” eh # kenangan .

 

* pokoknya kata ustad X hal macam xxxxx hukumnya haram.  Kalo tetep ngeyel,  situ tapir!

— bang,  bang situ lupa ya bang? sejak kapan lu jadi emaknya malin kundang,  yang bisa ngutuk manusia jadi Hewan.  Dimana-mana ngutuk mah jadi batu, bang.  Batu akik kek kan bisa dijual tuh..

 

[2] Orang yang kebelet ke belakang

Kalo berhadapan sama orang yang kebelet di ujung tanduk,  jangan ngarep deh situ bakal menang.  Wirosableng yang punya jurus kun*uk melempar buah aja kalah, power rangers yang punya member banyak aja bisa kalah,  kalah debat kali ya, atau kalah karena kena sikut.

Pernah nonton drama korea Marriage Not Dating?  Nah kaya gitu tuh,  ada dua orang yang memperjuangkan agar bisa masuk toilet.  Bussett toilet aja diperjuangin,  situ pernah diperjuangin gak?  Belum?  Duh kasian!

Orang yang bersaing karena diujung tanduk,  memiliki kenaikan rasa keberanian 2x lipat,  yang tadinya punya sifat pengalah,  bisa brubah jadi egois “pokoknya yang masuk,  gue dulu,  lu belakangan sehabis gue” pokoknya gueee.

Yang satu gak mau kalah.. “Gue yg punya rumah,  lu nongkrong aja di sungai ”

Gitu aja terus sampe Kucing tetangga belajar toilet training biar nggak pipis sembarangan.

 

Dua orang diatas hanyalah ilustrasi.  Mungkin ada diantara kita yang menjadi orang macam itu.  Menyebalkan dan nggak mau ngalah,  ngotot dengan nada “pokoknya..  Bla bla…blaaaa blaaaa…  ”

Kita gak mau dengerin oranglain,  karena kita merasa paling benar,  kita merasa pintar,  atau mungkin kita yang terlalu sombong untuk menerima sebuah nasehat atau kebenaran.

 

Mungkin kita perlu muhasabah lagi 🙂 Karena orang yang hatinya sangat keras dan tak punya sikap mawas diri yang bisa mencegahnya melakukan kesalahan,  disarankan untuk banyak-banyak mengingat kematian dan mendatangi orang-orang yang sedang sekarat.  (Said al khatir- ibnul Jauzi, hal 205)

 

Ah hidup 🙂 lagi2 kudu belajar nih,  belajar tawadhu,  belajar lebih bijaksana lagi dalam memahami masalah.

 

Jangan sampai nih, cermin hati berkarat,  padahal pohon cinta perlu perawatan di lahan yang subur dan harus disiram dengan air menyendiri yang berasal dari kejernihan berpikir (Said al khatir,  hal 68).

Yogyakarta,  25 Februari 2017

Novie Najmi

 

NB : sebenarnya Artikel ini terinspirasi dari pengalaman aku sendiri yang tadi kebelet kebelakang.  — duh maaf..  Eh ternyata nyambung juga kalo dibikin tulisan