Belajar Meraih Cita-Cita pada Ayam Betina Yang Bertelur

Setahun yang lalu, ada seorang guru yang memberikan nasehat pada saat KRPH di mardhiyyah.
Beliau bilang gini :
“Kalo kamu punya cita-cita, belajarlah dari ayam yang bertelur. ayam kalo habis bertelur, dia akan berteriak petok…petok..petok….dia berteriak karena kaget. Liat telur berbentuk bulat, padahal dirinya memiliki , kaki, tangan dan sayap, terus dia bertanya “opo iki?” setelah menunggu 21 hari dierami, dia tidak bergeming untuk melayani pejantan.
 
 
dulu pertanyaanku adalah : Kenapa ayam bisa paham bahwa telur yang dihasilkan harus dierami? bagaimana cara berpikir ayam? bukannya hewan itu nggak mikir. Lalu aku berpikir bahwa, mungkin ini adalah jenis pertanyaan yang sia2 yang memang gak penting juga untuk dijawab. lalu akupun melupakannya.
kadang ada hal-hal yang tidak perlu kita pertanyakan secara detail. nah jawaban untuk menggembirakan hati : itu sudah takdir yang Allah kasih nak! jawaban itu sudah cukup. case closed 🙂
 
Esensi dari nasehat itu adalah bagaimana ayam benar2 fokus untuk mengerami telurnya, sampai akhirnya menetas menjadi pitik yang lucu2.
telor ini adalah ibarat cita-cita yang digadang-gadang seorang manusia. bagaimana manusia itu sabar, dalam menghadapi godaan, ujian, sabar dalam segala hal, ikhtiar untuk meraih apa yang diinginkannya. dan pada suatu hari cita-cita itu akan “menetas” pada waktunya.
dan ketika ingat ayam itu, aku ingat dengan cita-citaku. Aku punya satu cita-cita yang belum tercapai. Aku ingin menjadi psikolog. Kenapa psikolog ? karena aku sudah membuat peta perjalanan hidupku kedepan . dan menjadi psikolog adalah salah satu jalannya. aku punya rencana ini , ini dan itu. dan aku berdoa semoga Allah meridhoi cita-cita dan rencana-rencana terbaikku. Sekarang jika posisiku hanya lulusan S1 maka aku tidak akan menjadi psikolog dan dosen tentunya. berarti, Jalan yang harus aku tempuh adalah melanjutkan S2 magister profesi psikolog. ini adalah cita-cita yang aku susun dari kelas XI SMA. kalo boleh jujur nih, Aku tidak tahu apakah orangtuaku sanggup membiayaiku untuk kuliah lagi? mengingat satu semester di psikologi itu cukup lumayan, yaitu 11 Juta persemester. Sedangkan aku punya dua adik, yang kata orangtua juga pendidikannya nanti di perguruan tinggi juga tidak bisa diabaikan.
Aku memahami keadaan itu, ya ya ya, aku tidak bisa memaksakan keadaannya. Aku harus memahami kondisi orangtua. Rencana sehabis aku lulus adalah mencari beasiswa S2. atau aku menikah dengan orang kaya? terus aku dibayai..bhahaaha… ini becanda. eh tapi kalo beneran juga nggak papa, rezeki orang mana tau. dan sejujurnya aku tidak ingin menyerah hanya karna masalah biaya. Aku tahu, Engkau Maha Kaya ya Allah, untuk menguliahkan S2 bahkan S3 ku, Engkau pasti Sanggup ya Allah. Jadi dalam hal ini, aku tidak akan berputus asa, karena Engkau Maha Kaya Raya. Terimakasih Engkau selalu menguatkanku dalam keadaan apapun, bahkan dalam keadaan dimana aku terpuruk sendirian. Engkau selalu membuat aku konsisten dalam keceriaan di keadaan apapun itu saja sudah jadi hal yang sangat aku syukuri. Terimakasih sudah memberikan orangtua yang peduli tentang pendidikan-pendidikan anaknya 🙂
Yogyakarta, 27 April 2017
Kosan Tercinta

Sepertinya Kamu Perlu Menghafal Hadist-Hadist

Malam ini saya mendapatkan harta karun dari seorang teman, teman duduk dalam kebaikan. insya allah 🙂
ia bercerita tentang kisah imam bukhari yang memiliki kebutaan pada masa kecil. bagaimana beliau memiliki ibu yang begitu sabar, dalam mengajarkan Al-Qur’an.
 
sampai suatu ketika didalam majlis, seorang gurunda mengetes hafalan, imam bukhari lah yang berani untuk maju dan melafadzkannya. awalnya guru tersebut tidak percaya dengan kemampuannya. tapi kenyataan berkata lain.
Guru tersebut mengatakan bahwa “nak, kau ini sangat cerdas, kamu akan jadi ahli hadist.” (redaksinya kayak gini bukan yah, saya agak lupa. tolong cmiiw 🙂 ) lalu imam bukhari pulang dan meminta pada ibunya untuk diajarkannya tentang menghafal hadist-hadist.
ibunya menolak , karena melihat kondisi imam bukhari yang menurutnya tidak memungkinkan untuk itu. cukuplah dengan menghafal qur’an saja.
akhirnya ibunya dengan penuh tangis, berdoa dan terus mendoakan imam bukhari, nah di usianya yang masih kanak-kanak, ia pun sembuh dari kebutaan.
 
 
Hikmah yang saya dapatkan dari teman saya ini adalah :
dia bilang gini “Nov, jaman sekarang menghafal alqur’an itu mudah. Allah yang memberi kemudahan itu, waktunya bisa bervariasi, ada yang 40 hari bisa, ada yang setahun, ada 2 thun, bertahun-tahun, bahkan seumur hidup baru bisa ngehafal alqur’an, Allah beri kemudahan itu, bahkan dari mulai anak-anak sampai yang sepuh. tapi untuk hafal hadist-hadist nggak semua orang itu bisa nov…
 
 
nah kalo hafal quran, Allah yang jamin itu, buktinya banyak yang berhasil, ketika ia serius menghafal, tapi nov, ada hal yang terlupa oleh seorang penghafal, tatkala ia hanya menghafal, tanpa memahami, tanpa mengamalkan, tanpa mentadabburi, seolah ia menghafal tanpa ruh. hafalan itu akan mudah lenyap, dan hal yang bikin sedih hati adalah tatkala hafalan itu hilang disertai dengan kemaksiatan, futur, tanpa murojaah, usaha keras seperti lenyap begitu saja menguap.
 
begitulah obrolan malam minggu ini, terimakasih sudah mewarnai malam yang syahdu ini, disaat temen kosan yang lain pada diapelin ama pacarnya. 
Yogyakarta, 22 April 2017
Kosan Tercinta

Impian : Antara Ikhtiar, Sabar dan Tawakkal

Lagi beres-beres File di PC, nemu file Ebook The Secret Versi Arab. nah selain versi arab, aku juga punya buku cetak the secret ini dalam bahasa Indonesia. Buku ini, buku pertama yang aku punya dan beli dengan uang jajanku sendiri pada saat SMA. Karena di kampung, Jajan di tahun itu, paling seribu dua ribu. Hmm Jadi kakak, sering ngalah sama 2 adek, berbagi duit walau dikit. Butuh 55x nabung jika sekali nabung hanya Rp. 1000 wkwkwk , karena di gramedia Tegal harga buku ini Rp. 55.000, -_- fiuhh gak dapet diskon pula. Aku juga heran kenapa aku punya keinginan kuat untuk membeli buku ini, tau isinya aja enggak. Yang aku tahu, aku ngeliat logo merah buku the secret ini, lewat slide akhir PPT seorang pembicara seminar kala itu di Kota Slawi. Aku penasaran, itu apa, setelah aku cari lewat internet di hape, itu adalah sebuah buku, yang ketika aku baca sinopsisnya kemudian semakin bertambahlah kekuatan pikiranku untuk ‘Ayo segera beli buku itu.’

 

Sebelum aku beli, aku cari dulu di perpus sekolah, ternyata belum ada buku ini, karena terbitan baru, masih fresh banget bukunya dari penerbit. Akhirnya aku memutuskan untuk membelinya. Setelah beli dan khatam baca buku itu, lantas apa yang terjadi ? aku serasa memiliki kekuatan berlebih untuk bermimpi. Dan percaya bahwa suatu saat nanti semesta akan mewujudkannya. Yah.. di dalam buku itu mengajarkan bahwa agar kita harus percaya pada kemampuan dan kekuatan pikiran. Cara gampangnya kayak gini nih, Kalo yakin kita bisa, pasti bisa! Ya itu teori tentang hukum tarik menarik pikiran dengan semesta. Wah , keren juga ya teorinya. Takjubku dulu.

Setelah mempelajari yang lain, mungkin kamu akan berpikir bahwa, teori nya Rondha byrne, joe vitale, bob proctor dkk aja yang pake kekuatan pikiran (tanpa melibatkan Tuhan), mampu meng-optimis-kan pembaca-pembaca yang hampir bahkan putus asa karena dirundung masalah-masalah kehidupan yang pelik. Serius! Ini terjadi pada diriku sendiri, kalo dipikir yah,  aku ini siapa? Bocah kampung yang tinggal di desa hawai, yang kalo di peta, mungkin masih kategori lereng gunung slamet. Tapi aku punya mimpi, kata orang sih muluk-muluk. kata aku sih enggak 😛 emang pengin kuliah, kategori muluk yah? bagi sebagian orang di kampungku, itu bisa jadi.

 

Nah teori yang kayak gitu aja mampu membangkitkan mimpi-mimpi yang kayaknya mustahil diraih, apalagi kita umat islam yang memiliki  Allah, Tuhan semesta Alam. Seharusnya tingkat keoptimisan dalam menghadapi apapun di dunia ini jauh lebih tinggi.  Tapi setelah dibaca lagi, dianalisis, dipahami lebih dalam, itu buku belum cocok untuk diterapkan secara kaffah kemudian mengatakan sami’na wa atha’na dalam kehidupan. Artinya apa? Impian manusia tidak sebatas kekuatan pikiran saja, tapi perlu realisasi, berwujud ikhtiar dan disertai dengan rasa tawakkal pada Tuhannya. Di dalam prosesnya, termanifestasikan dalam perilaku sabar, nerimo, legowo,  pasrah dsb. Tidak bisa kita dengan PeDe banget ngerasa kalo kita bisa mengatur apapun dengan kekuatan pikiran kita semua.

Sebagai umat beragama, Boleh banget kita berpikir, tapi kita mesti ingat, kita bukan pencipta, ada proses yang dinamakan hasil akhir, yah hasil akhir atas ketentuan Tuhan apakah ‘apa yang kita pikirkan’ akan di Acc oleh tuhan sebagai wujud akhir yang sama atas apa yang kita lakukan.

 

Dalam buku the secret mengatakan bahwa “Anda adalah pencipta, dan ada sebuah proses yang mudah untuk mencipta dengan menggunakan hukum tarik menarik.”  Sejujurnya, aku takut ini mewujudkan perilaku kesombongan pada diri, takut jadi takabbur, merasa besar dengan menyatu dengan semesta. Ini yang aku khawatirkan, hingga akhirnya aku berpikir, ketika anda mmbaca buku ini, pastikan juga back-up dengan membaca buku agama yang lain, untuk membentengi dari sikap takabbur kita pada Allah.

 

Yogyakarta, 12 Maret 2017

Novie Suciati

 

 

Intisari Video – Ustad Nouman Ali Khan – Doa Disaat Sulit

Ada beberapa poin yang saya dapatkan dari video  Ustad Nouman Ali khan – Doa Disaat Sulit  ini :
 
1. Doa nabi musa dalam QS Al-Qashas : 24 “Rabbiy Inniy limaa anzalta ilayya min khairin faqir” Artinya : “Ya TUhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku,”
 
2. Nabi musa yang berada dalam keadaan dimana ia sedang dikejar-kejar untuk dibunuh, ia tidak memiliki perbekalan, atau apapun yang membuat ia bertahan hidup.
 
3. Nabi musa menebus kesalahan terdahulunya dengan jalan membantu dua wanita, meminumkan hewan ternaknya di sungai.
 
4. Di kisah ini, Ayah dari dua wanita tersebut menawarkan nabi musa dengan memilih salah satu anaknya, yang akhirnya dijadikan istrinya.
 
5. nabi musa juga bekerja dengan ayah mertuanya.
pelajaran yang bisa diambil adalah : bekerja dibawah mertua tidak merendahkan harga diri seorang lelaki, bahkan nabi musa bekerja selama 8 tahun.
 
6. Ketika manusia berada dalam kondisi sulit, ketika ada orang yang menawarkan bantuan, jangan ditolak, itu adalah jalan dari Allah untuk membantu mns. Jangan berpikiran ketika seseorang membnatu, dia menghina kita, atau kita gengsi. tidakkk, buang jauh-jauh pikiran itu, intinya itu adalah jalan Allah untuk mmbantu kita.
 
 
Alhamdulillah, Semoga Allah senantiasa memberikan kita hati yang lapang ya, untuk terus bersyukur apapun kondisi kita dan tetap berpikiran positif. 🙂

Untuk Sista yang Masih Single, Apa salahnya membaca ini :)

Kala itu aku menginap di rumah seorang teman. Sebenarnya dia sudah menikah, tapi Alhamdulillah suaminya lagi pulang kampung. Dan kebetulan minta ditemenin tidur.

Kemudian kita banyak mengobrol banyak hal. Hal yang paling jelas kentara adalah aku melihat dia ada banyak perubahan setelah menikah semakin dewasa. Walopun baru seumur jagung, aku banyak dapat nasehat darinya, kita beda umur, dia lebih muda, tapi aku akui dia adalah guru, karena pada dasarnya dia yang terlebih dahulu memulai pernikahan dan sudah pasti berpengalaman.

Yang aku tidak sangka adalah ketika ia mengatakan begini “ Nov, dalam urusan cinta aku memandang hal-hal yang realistis yang bisa aku ambil.” | Contohnya? | Dulu sebelum aku menikah dengan suamiku, aku mencintai oranglain, bukan si mas yang aku pengini jadi suamiku, tapi orang lain, aku suka si A, dia juga suka aku. Kisah kita panjang, sampai oranglain pun mengira aku akan dengan dia.

Sampai pada akhirnya disebuah kejadian aku menyadari banyak hal, aku memang mencintai dia, tapi aku sadar, bahwa cinta saja tidak cukup untuk membangun rumah tangga yang pada akhirnya tujuan kita adalah ke syurga, aku tidak melihat itu pada laki-laki itu. laki-laki yang aku cintai, entah kenapa dibenakku aku tidak meyakininnya.

Perlahan Allah tunjukkan jalannya. Dihatiku mulai bertanya, jangan-jangan selama ini aku salah mencintai orang, aku mulai berpikir realistis, bahwa seorang wanita juga membutuhkan laki-laki yang bisa membimbing istrinya, memiliki visi misi tentang masa depan, bukan laki-laki yang hanya mengumbar cinta saja.

Lalu aku memutuskan untuk melupakannya. Dan Allah hadirkan gantinya, suamiku yang sekarang ini. Ini ceritanya panjang lagi klao diceritain, tapi aku Cuma mau bilang bahwa ketika aku menikah dengan suamiku, cinta itu belum ada 100% nov, mungkin banyak orang diluar sana menikah karena cinta, tapi cinta yang sebenarnya adalah cinta yang dibangun setelah kita menikah. Aku bersyukur karena aku menikah dengan dia. Bukan si A. dan ada sesuatu yang ingin aku kasih tau sama kamu nov. | Apa ? | jadi gini, sebenarnya urusan cinta perempuan itu simple, berbeda dengan laki-laki? |  Maksudnya? | maksudnya adalah, ketika seorang wanita menikah dengan laki-laki ang tidak ia cintai, tetapi laki-laki itu sholih, agama, akhlaq baik, banyak bangetlah kebaikannya, cara memperlakukan istrinya baik. nah disaat itu perempuan akan mudah tumbuh benih-benih cinta, Allah yang akan kasih cinta itu didalam hatinya.

Jadi jangan khawatir. Mana ada perempuan yang nggak luluh, punya suami yang baiknya minta ampun, Cuma yang jadi suami mesti sabar banget. Dan aku pernah punya pengalaman, sampai aku nangis karena suamiku sangkin baiknya , Ya Allah nikmatMu yang mana yang aku dustakan. Aku nangis, karena aku ngerasa bersalah akan suatu hal. | Oh gitu yahhh..| Tapi, jika seorang wanita yang porsi cintanya leih banyak daripada suaminya, ini yang gawat.. si wanita akan banyak berkorban untuknya, suaminya tidak memuliakannya dengan baik. karena antara laki-laki dengan wanita itu berbeda. Laki-laki cenderung menggunakan logikanya. Jadi ketika menikah, jika ia tidak mencintai wanitanya, proses mencintainya itu lamaaaaaa.. apalagi klo pas nikah, si wanita yang cenderung mengejar-ngejar laki-lakinya. Apalagi kalo akhlaq, agama, nggak baik. wanita akan banyak disakitinya. Jadi saranku nih, kalo memilih pasangan yang realistis aja, bolehlah kita pake standar, tapi coba diukur atas kemampuan kita dalam menggapai itu. apa kita mampu? Yang terpenting dahulu adalah  “ ada orang yang mau sama kita.”

Kalo orang itu baik, agama akhlaknya, kalo sama ibunya sayang, bisa dipastikan ia akan memuliakan istrinya.

==========

Betewe terimakasih banget kamu sudah berbagi, setidaknya ini pelajaran yang bagus untuk kedepan yah hehe

Yogyakarta, 31 Januari 2016

Gerimis Senja Grhatama Pustaka

Kebahagiaan anak, diawali dari kebahagiaan Orangtua

Anak yang memiliki perasaan bahagia, diawali dari orangtua yang bahagia. 😘
******

Waktu kemarin aku balik ke jogja, aku duduk dan berbincang dengan sebuah keluarga yg terdiri dari ayah, ibu, anak dan nenek.
Mereka akan berlibur ke jogja dan menginap di rumah saudara.
Sepanjang perjalanan purwokerto jogja, aku pandangi ibunya. Rupa2nya, ia mirip sandra dewi, KW super. Cantik, ramah dan murah senyum. Oh iya beliau juga memiliki anak umur 2 tahun. Yg sedang lincah-lincahnya bermain. Sebut saja namanya Mawar.

Sepanjang perjalanan, ia selalu tertawa, ceria, riang gembira, dia punya boneka kesayangan. Kalo kamu pernah nonton film the scorch trials, Kamu pasti tau nama boneka ini. Namanya sama dengan tokoh perempuan yang terkena virus flair. 😀

Ia terus memegang bonekanya, ketawa ketiwi, sepanjang perjalanan, ibunya ini aktif menjelaskan.
Ketika melewati sawah “dek coba liat itu ada pak tani dan bu tani, di sawah”

“Dek, liat itu ada kereta lewat, kaya thomas ya dek.”
“Dek kita sedang melewati terowongan gelap. “
“Dek, ada sungai banjir, airnya meluap. “

Mana, mana,…
Yah udah kelewat dek..

Dan kamu tahu, setiap ibunya bercerita, ayahnya menimpali.
Ayahnya ini juga aktif menimpali. Mengimbangi.
Neneknya juga, hingga akhirnya kita saling berbagi cerita di kereta.

Saat dia meminjam iphone ibunya, ia membuka aplikasi menggambar. Nah ternyata dia juga paham nama2 warna dalam bahasa inggris. Saat ibunya bilang, purple, yellow, brown, dia benar2 paham ngeklik warna itu, bbrapa kali aku perhatikan tidak hanya warna, ada kata yang dia sebut pake english. Rasa penasaranku terjawab sudah anaknya ini rajin buka kartun english di yutub ternyata.

Dari situ lagi2 belajar ttg komunikasi antara anak dan orangtua. Sekalipun, aku tak pernah melihat tangisan dari anak itu, rewel atau semacamnya. Jd ada kejadian bonekanya dia jatuh ke belakang, dia mau nangis, orgtuanya langsung katakan “tenang, mama akan ambilkan bonekamu” duh senyumnya itu loh sandra dewi banget. 3,5 jam di kereta terasa singkat.

Lagi lagi aku perhatikan lagi ibunya, dia tak jemu bercerita dan menjelaskan ke anaknya, tak jemu bercanda. Ayah nya juga gitu, menimpali.

Dari situ aku bertanya, “ibu, dedek Mawar emang selalu ceria ya?” “Iya, dia jarang nangis, ataupun rewel, alhamdulillah sejauh ini saya masih bisa mengontrolnya, dis juga nurut.”

Well, ini sangat berpengaruh bangt ke psikologis anak yah, betapa emosionalitas orangtua (dalam hal ini bahagia) memiliki energi untuk orang2 sekitarnya. Terutama anak.

***
Perasaan kita pada saat itu, jelas akan mempengaruhi komunikasi kita pada seseorang. Sepertinya, orangtua yang mungkin di rumah sering memarahi anaknya, berkata kasar, kebayang nggak “gambaran” anaknya akan seperti apa.
Sebagaimana kue, hasilnya tidak jauh dari cetakannya.
Dan sebagaimana buah, jatuhnya tidak pernah jauh dari pohonnya.

Begitu juga dengan perasaan yang selalu positif, akan mudah untuk memancarkan energinya pada sekitar.

Mungkin diluar sana Banyak orang yang siap menikah, bahkan sudah dikatakan mampu dalam hal menikah. Tapi mereka lupa bagaimana belajar menjadi ibu dan ayah.

Karena urusan menikah tidak hanya “aku” dan “kamu” menjadi “kita”.
Ada hal yang jauh lebih penting, yaitu anak-anak kita dan tujuan hidup kita di dunia dan akhirat.

Yogyakarta, 20 November 2016
Novie S

[Review Film] The Offering (2016)

The Offering (2016)

Sudah ada yang nonton film ini ? Kalo belum, jangan baca ini, spoiler banget. 😛

Jadi ceritanya seperti ini..

diawali dengan datanganya Seorang reporter muda ke singapura bernama jamie waters, ia ingin menyelediki alasan kenapa adiknya (Anna waters) meninggal, sepengetahuannya adeknya adalah orang yang kuat dalam menghadapi penyakit huntington-nya. Ia bukan orang yang lemah walaupun anaknya juga mengidap hal yang sama dg dirinya.
Menariknya alasan ia meninggal ada hubungannya dengan lewiatan. Menurut Alkitab, lewiatan adalah makhluk raksasa yang hidup di lautan. Ia mempunyai kulit sangat keras yang mampu menghancurkan semua senjata. Selain itu ia juga memiliki mata yang bercahaya yang digunakan untuk melihat di lautan yang dalam dan gelap. Tapi disini aku gagal paham, Lewiatan yang dihadirkan adalah versi baphomet. Ahahaha.

Seseorang yang meyakini lewiatan, ia akan mengorbankan dirinya untuk mati bunuh diri, dan pada hari ketujuh setelah kematiannya, lewiatan akan membangkitkan ia dengan kehidupan yang baru. Kejadian ini dialami oleh Anna penderita Huntington, Josh si ilmuan penderita penyakit mata, May si ahli IT penderita penyakit jantung, dan sebut saja Melati yang aku sendiri lupa namanya, yang di 10 tahun pernikahannya ia blm mendapatkan keturunan.

Setiap yang akan bunuh diri ia merekam kematiannya via camera computer. Dan video kematiannya otomatis di kirimkan kepada orang-orang yang memiliki penyakit. Anna mati dengan cara melilitkan dan menarik kain di lehernya, josh mati dengan menusuk matanya, Melati mati dengan menusuk perutnya dan mengeluarkan isi perut dengan tangannya, May mati dengan menusuk dan mengeluarkan jantungnya. Jadi ketika anna mati, lewiatan akan mengirim otomatis video anna pada penderita sakit yang lain, ia akan mengirim ke melati, dan ketika melati matipun otomatis videonya akan terkirim ke josh, dan ketika josh mati, ia mengirim ke may. Dan lewiatan ini memiliki data orang-orang yang berpenyakit yang kemungkinan memiliki keputusasaan dalam hidupnya.

Qadarullah, ternyata si Jamie, divonis Huntington juga oleh dokter. Dan video pas May bunuh diri, itupun langsung terkirim di emailnya.
Bahwa menyuruh Jamie untuk percaya, bahwa lewiatan akan menghidupkan kembali dengan kehidupan yang baru, dan itulah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Katie (putri anna yang terkena Huntington juga).
Apakah Jamie akan mati juga ? lalu bagaimana cara memusnahkan lewiatan ? Silahkan tonton sendiri di bioskop bagi yang belum menonton.😛

Sebelum aku tutup cerita ini, Ada yang menarik disini, Jadi, setelah menonton ini, aku menangkap pelajaran berharga, bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita, tetap sabar dan kuatlah, jangan mudah menyerah dan berputus asa. Putus asa hanya dimiliki oleh orang-orang yang rapuh dan lemah jiwanya.
Setidaknya jika oranglain tidak ada yang mendukungmu, percayalah bahwa Allah selalu ada untuk mu. Banyak-banyak ingat Allah, tidak hanya dalam kesusahan, tetapi dalam masa-masa kita lapang dan bahagia. Itu akan menjadi sebuah kebiasaan kita untuk selalu bersyukur pada kehidupan ini. Dan aku ingin katakan “Jangan Mengeluh” jalani saja peran kita saat ini, jalani semaksimal yang kita bisa, jalani kesabaran dalam proses yang terkadang begitu sulit untuk kita lalui.

Yogyakarta, 21 November 2016
Kamar Kos Tercinta
Novie S