HATI-HATI NASEHAT INI!

Hari itu adalah hari minggu, 18 Oktober 2015, hari dimana ada tabligh akbar  bertajuk “Mewujudkan Generasi Qur’ani Masa Kini dan Masa Mendatang” acara ini diadakan di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan pembicara Ustadz Akbar Nazary Muhammad dan 3 Kembar Hannan, Mannan, Ihsan (HMI), mereka berempat ini datang jauh-jauh dari jawa barat loh, hehe.. Ustadz akbar ini adalah ketua yayasan Majelis Dakwah Islam, nah masih muda, belum menikah dan hafidz pulaa… #ehh…:D kalo Ustadz Hannan , Mannan, Ihsan Ini, mereka bertiga masih muda banget, kurang lebih seumuran adek ku hehe..lucu kali yaaa kalo dipanggil dek Hannan, Dek Mannan, dan Dek Ihsan. Hihihi.. eitss tapi nggak boleh…. Harus menghormati pembicara di depan xixixixii… dengan panggilan yang pantas. Nah mereka ini adalah Brand ambassador nya Syamil Qur’an, selain itu mereka Hafidz Juga. Mungkin kalian para pembaca tulisan ini, nggak asing dengan mereka, pernah jadi tamu di hafidz Indonesia juga loh, hehe  pantesan yaaa.. Wajah mereka yang imut-imut ini nggak asing hehe.

Waktu itu acaranya mulai jam 08.00, tapi sayang aku terlambat datang, akhirnya ketinggalan materi dari pembicara yang pertama, yaitu ustadz akbar, nah tiba-tiba udah sesi akhir aja, dan mulai-mulai deh sesi pertanyaan. Waktu itu kalo nggak salah pertanyaannya seperti ini ; “Ustadz, bagaimana cara kita menasehati orang yang belum berhijab, agar mau berhijab?.”

Lalu ustadz Akbar menjawab :

  • Kalo nasehatin orang itu jangan secara langsung

misalnya, “Mbak Allah memerintahkan kita untuk berhijab loh, kalo nggak berhijab nanti masuk neraka.” “Mbak, kamu kok nggak berhijab-hijab dari dulu.” (Permisalan dengan bahasaku sendiri), nah.. jangan kayak gitu tuh.. Tapi Cara termudah dalam memberikan nasehat itu dengan memberikan kisah. Kisah apa aja yg masih nyrempet-nyrempet sama hijab, bisa cari di dalam alqur’an.

  • Menjadi Orang Yang Baik

Ketika kita menasehati oranglain, sadar atau tidak, Oranglain akan menilai kita, apakah kita baik atau buruk ? ibarat kata nih… kalo kita baik, apapun yang kita sampaikan kepada oranglain, insya allah akan diperhatikan, karena kita sudah melakukannya pada diri kita sendiri. Sebaliknya, kalo kita buruk? Gimana nasehat  kita mau diperhatikan orang, kita saja tidak melakukan apa yang kita nasehatkan kepada oranglain.

Kalo ngedenger nasehat diatas tuh, aku jadi inget cerita mahatma gandhi dari buku yang aku baca. Hihi Tahu cerita Mahatma Gandhi? yang dia puasa makan-makanan bergaram (puasa dari yang asin-asin).. kalo belum tau nih, aku certain yaaa…hehe

Jadi begini, suatu hari ada seorang emak (ibu) mengeluhkan anaknya yang susah dinasehati untuk berhenti makan makanan yang bergaram, karena si anak punya penyakit yang jika ia memakan-makanan bergaram, maka bisa menambah sakit si anak. Dokter pun sudah mengatakan bahwa “Nak, jauhi makanan yang asin-asin yaaa..” tapi itu tidak mempan untuk si anak. Kemudian setiap kali anaknya makan, emaknya juga bilang, “Nak, dokter kan udah bilang kamu gak boleh makan makanan yang asin-asin, nanti sakitmu tambah parah.” Ni anak susah banget sih buat dinasehati, itu gerutu ibunya dikala itu. Hingga akhirnya ia mendengar Gandhi  yang bijak, dan ia berpikir untuk membawa anaknya kerumah Gandhi, berharap agar Gandhi menasehati anaknya, dan anak tersebut menurut apa kata Gandhi.

Kemudian datanglah, emak dan si anak itu menemui Gandhi, to the point nya seperti ini , si emak itu menceritakan permasalahannya kepada Gandhi. Mungkin kalo bahasa masa kininya kayak gini “Bang gandhi, plis bang, bantu saya buat nasehatin nih anak, biar nggak makan-makanan bergaram lagi, bang. saya udah pusing bang gimana cara yang mempan buat nasehatin nih anak.” Taukah kamu apa yang dikatakan Gandhi pada emak si anak itu ? hmmm.. penasaran nggak ?hahaha 😀

Jadi begini, setelah emaknya cerita, gandhi pun mengatakan “Silahkan kalian berdua kesini  seminggu lagi.”

Si emak ini menggerutu di jalan, dimintai nasehat buat nyadarin anaknya, kok malah disuruh pergi. Akhirnya seminggu pun berlalu, datanglah… pada hari itu, mau apa coba ? mau malmingan ? ya enggaklah yaah… mau ngedengerin nasehat sang bijakers, si emak penasaran kenapa gandhi nyuruh dia balik kesitu lagi ya ? hmm ternyata alasannya ini nih…

Jadi, setelah emak dan anak itu datang kembali, gandhi mengatakan pada anak itu “Nak, mulai sekarang, kamu jangan makan-makanan yang bergaram lagi yaaa, biar kamu cepet sembuh dari sakitmu.” Kemudian anak tersebut mengangguk, dan memang benar, di rumahnya anak itu sudah tidak mengkonsumsi makanan yang asin-asin lagi. Sang emak heran, kenapa kalo gandhi yang ngomong anaknya nurut yah ? padahal isi omongannya sama apa yang dikatakan oleh dokter dan aku. Si emak ini penasaran banget kok bisa ya? Gandhi ini memang keren, pantaslah kalo ia dijuluki sebagai orang yang bijak. Akhirnya, besoknya emaknya menghampiri gandhi kembali dan menanyakan perihal itu. “Bang, sebenarnya rahasianya apa sih bang, kok anak saya bisa nurut gitu?”

Kemudian gandhi pun tersenyum seraya berkata, “ Tahukah kamu? ketika kamu kemari, aku menyuruhmu untuk pulang dan menemuiku seminggu lagi, dan pada waktu seminggu itu aku mengosongkan perutku dari makanan yang asin-asin, sehingga ketika aku menyuruh anakmu mnghindari makan-makanan bergaram, pada saat itu juga aku juga sudah melaksanakan apa yang aku katakan pada anakmu itu, sehingga pesan itu tersampaikan. Bayangkan jika saat itu aku langsung menyuruh anakmu untuk melakukan kebaikan (menghindari makanan bergaram dengan maksud agar sakitnya tidak parah), sedangkan aku sendiri tidak pernah melakukan kebaikan itu?”

 

Waw… menarik sekali yaaa cerita ini, pelajaran yang bisa diambil adalah ketika kita menyerukan kebaikan kepada oranglain, maka hal yang paling urgen kita lakukan adalah penerapan terhadap diri kita sendiri, bahwa sesuatu yang disampaikan berdasar dari apa yang kita lakukan, itu akan sampai ke hati. #jlebbb… #  yah adakalanya ketika  kita nasehatin orang nggak  pake lisan, terus kalo nggak pake lisan , pake apa dong ? pake kode ? duh kalo yang ini jauh lebih susah nih wkwkwkw… maksudku, pake PERBUATAN hehe.. apa yang kita perbuat, orang itu akan mampu menilai  insya allah, bukankah sebaik-baik nasehat adalah suri tauladan ?

Karena Tauladan yang baik yang dimulai dari diri sendiri mampu mematahkan kalimat “Kayak Kamu ngerjain aja, nyuruh-nyuruh gue!”

 

Kita lanjut point ketiga, okey…

  • Memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT

Nah poin ini benar-benar penting nih.. kalo hubungan kita sama Allah aja buruk , gimana mau nasehatin oranglain dalam kebaikan, bukankah kunci kesuksesan itu ada ketika kita selalu memperbaiki hubungan kita sama Allah heheh..

Nah, itulah sekelumit cerita ketika aku nongkrong ngedengerin ceramahnya ustadz Akbar. Karena sesi ustadz Akbar udah selesai, berarti sesi selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Hannan (H), Mannan (M), dan Ihsan (I) yang diberi sebutan Ustadz Kembar HMI.

Seperti yang disampaikan oleh mereka bertiga, bahwa untuk mewujudkan generasi Qur’ani ada prosesnya, nah Sebaiknya apa yang mesti kita lakukan yaa? Hal-hal yang harus dilakukan adalah :

  1. Jangan hanya memuliakan Allah Subhanahu Wa ta’ala, tapi kita muliakan juga orang-orang yang dicintai Allah yaitu Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wa sallam. Memperbanyak shalawat kepada Nabi, nah kalo kita banyak shalawat kan, Nabi tambah sayang sama kita, iya kan ? 😀

 

  1. Kunci sukses dalam mewujudkan generasi Qur’ani adalah Dream, Pray and Action. Kunci  ini bisa diaplikasikan dengan cara :
  • Melibatkan Allah dalam hidup kita.
    Jangan kerja atau usaha sendirian, itu sombong namanya. Akuilah bahwa sesungguhnya kita juga butuh bantuan Allah, kalo misal mau doa “Ya Allah, tolong Saya Ya Allah…..” itu dipersilahkan loh. Allah itu seneng, kalo hamba-Nya doa dan bergantung pada-Nya.
  • Jangan jauh-jauh dari Al-Qur’an
    Ingat juga kalimat ini “jangan pernah menginginkan kesuksesan, sedangkan kamu masih belum memuliakan Al-Qur’an.” Menghafal itu bukan bisa atau nggak bisa, tapi mau atau nggak mau.

    Nah untuk poin b ini, ada kisah nyata yang akan membuat kita semakin trenyuh dan yakin atas kuasa Allah tentang Al-Qur’an, kisahnya seperti ini :

    Ada sebuah cerita, tentang 20 santri yang mengikuti lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an, ketika menyebrangi sungai Musi, perahunya bocor, nah diantara santri itu, ada 17 orang yang bisa berenang, dan sisanya ada 3 orang yang tidak bisa berenang. Ke-17 santri itu melepas semua barang bawaannya seperti tas, makanan, dsb dan mulai berenang. Sedangkan ke-3 santri itu bingung apa yang mau dilepas dan dibuang, sedangkan mereka hanya membawa Al-Quran, masa Al-Qur’an mau dibuang. akhirnya mereka memilih untuk mendekap Al-Qur’an dan memasrahkan hidupnya pada Allah. Tak lama kemudian mereka meninggal tenggelam. Innalillahi Wa Inna ‘Ilaihi Roji’un.

    Nah kita tahu, fase ketika orang meninggal tenggelam yaitu mulai muncul beberapa tanda pada tubuhnya,

    Pertama, Badan mulai membengkak, yang kedua, badan mulai memar dan kondisi yang terakhir jasadnya mulai membusuk.
    Nah kondisi diatas ternyata tidak berlaku untuk ketiga penghafal tersebut, jasadnya masih bagus dan utuh. Padahal sebelum ada kejadian ini, satu hari sebelumnya ada perempuan meninggal bunuh diri dan jasadnya membusuk.
    Masya Allah…
    Maha besar Allah dengan segala Ketentuan dan Karunia-Nya.

 

  • Sayangi kedua Orangtua kita
    Salah satu bentuk kecintaan anak terhadap orangtua adalah dengan menjauhi “Pacaran.” Ketika si anak berpacaran, apalagi pegangan tangan, maka Allah akan memberikan kerikil neraka kepada tangan orangtua yang sudah meninggal. Serem yaaa… yang diceritain Dek Ustadz HMI ini. Nah kalo lagi susah ngehafal gitu, inget orangtua juga yaaa.. minta doanya buat dilancarkan hafalannya J

 

 

Novie suciati

Yogyakarta, 19 Oktober 2015 Pukul 20.00 WIB

 

Saat Bunga Sudah (Bosan) Menjawab

Saung depan  tempat penitipan anak-anak balita, mulai bertanya kepada sang bunga

Kenapa kau masih saja tertunduk lesu dan layu

Apakah kau kurang perawatan, bunga ?

Bunga menjawab : bukan karena itu

Lantas apa yang membuatmu bersedih?

Sudahlah itu rahasiaku, tak usah kau banyak tanya

Saung bertanya  lagi

Daunmu berguguran karena kering, kenapa kau tidak berteriak minta air kepada tukang kebun?

Bunga menjawab :

Mereka tidak peduli kepadaku, saung

Mintalah pada sang kuasa diturunkan hujan

Hanya Dia lah yang mampu menawarkan kekeringanmu

Aku hanya ingin melihatmu ceria lagi seperti biasa

Tahukah kamu saung? Aku ingin menangis tapi itu tak mungkin

Setiap daunku berguguran satu persatu kekuatanku akan hilang

Pesonaku akan pudar, keceriaanku layu tumbang

Lihatlah bunga mawar itu, merah merona

Seperti lipstik emak-emak yang kulihat di kala mereka menjemput anak-anaknya

Tapi lihatlah diriku, kering kerontang tak terurus hampir mati

Sang bayu rupanya masih kasihan kepadaku

Ia menggoyangkanku dengan lembut sehingga tak semua daunku jatuh

Biarlah aku bunuh diri saja dengan meminta kemarau panjang kepada-Nya

Tanyakan saja kepda kawanmu si melati cantik, barangkali dia bisa menolongmu

Mereka tak pernah ada saat ku layu dan butuh air

melati cantik itu, apakah dia peduli kepadaku?

Lihatlah rerumputan hijau itu, apakah dia tahu kekeringanku?

Sudah.. sudah kau jangan bertanya terus, aku bosan menjawabnya

Aku tak perlu belas kasihanmu, saung

Cukup,cukup dan cukup sudah

Percuma saja aku bercerita kepadamu

Karena kau bukan sahabatku, saung

Sudah kubilang aku tak pernah punya sahabat

Biarlah kekeringan ini kutanggung sendiri

Aku hanya ingin menyendiri ditemani keringnya tanah dan akarku

Demi tuhan , bila aku bisa menangis

Aku akan sirami tubuhku dengan tangisanku

Hingga kekeringanku tertawarkan

Ditulis pada Selasa, 4 oktober 2011 , pukul 21:21 wib.

Tanpa judul

Novie Suciati

( jangan tanyakan maksud dari semua itu, saya juga bingung kenapa bisa nulis itu!!) hahahahaha

Menyikapi Fenomena NGIDAM di Kalangan Bumil

Memang di dalam psikologi, perkembangan masa mengandung mempunyai arti emosional yang sangat dalam bagi sang ibu. Terkadang dalam masa hamil sang ibu banyak bertindak diluar kebiasaan sehari-hari, seperti ingin memakan yang asam-asam, ingin dibelikan mainan anak-anak. Ingin beli ini dan itu berharap agar suaminya menurutinya. Itulah yang dinamakan ngidam atau nyidam. Bahkan menurut seorang psikolog mengatakan bahwa tingkah wanita tersebut adalah normal.

Hal ini disebabkan karena hormon-hormon yang tidak seimbang pada wanita hamil mengakibatkan kepribadiannya tidak seimbang. Itupun tergantung pada kedewasaan wanita tersebut. Maka bagi wanita yang telah dewasa , dia bisa menekan perasaan dan tingkah lakunya yang aneh-aneh itu.

Saya pernah sharing-sharing dengan seorang ibu, waktu itu pembahasannya tentang masa mengandung, nah ibu tersebut berbicara mengenai masa kehamilannya dan masa batita anaknya.

Memang benar bahwasannya kedewasaan dan kepribadian seorang ibu sangat penting dalam menghadapi masa tersebut, waktu beliau mengandung, Alhamdulillah nggak pernah minta yang aneh-aneh pada suaminya. Kata beliau : “Kalo ada orang bilang, orang hamil itu harus dituruti permintaannya, kalo enggak anaknya bakal ngecesan, itu tuh hanya masalah sugesti aja sih, gimana anaknya nggak ngecesan kalo setiap permintaan yang tidak diturutin dia ngomong “nanti anak kita ngecesan loh kalo nggak dituruti”

Nah loh…si ibu secara tidak sadar (belum lahir aja sudah didoain anaknya ngecesan).

Nah sangat penting sekali bagi ibu-ibu yang sedang mengandung, dan tentunya ayah juga, untuk membaca buku-buku parenting yang isinya sangat bermanfaat. Buat nambah-nambah referensi bacaan.