Impian : Antara Ikhtiar, Sabar dan Tawakkal

Lagi beres-beres File di PC, nemu file Ebook The Secret Versi Arab. nah selain versi arab, aku juga punya buku cetak the secret ini dalam bahasa Indonesia. Buku ini, buku pertama yang aku punya dan beli dengan uang jajanku sendiri pada saat SMA. Karena di kampung, Jajan di tahun itu, paling seribu dua ribu. Hmm Jadi kakak, sering ngalah sama 2 adek, berbagi duit walau dikit. Butuh 55x nabung jika sekali nabung hanya Rp. 1000 wkwkwk , karena di gramedia Tegal harga buku ini Rp. 55.000, -_- fiuhh gak dapet diskon pula. Aku juga heran kenapa aku punya keinginan kuat untuk membeli buku ini, tau isinya aja enggak. Yang aku tahu, aku ngeliat logo merah buku the secret ini, lewat slide akhir PPT seorang pembicara seminar kala itu di Kota Slawi. Aku penasaran, itu apa, setelah aku cari lewat internet di hape, itu adalah sebuah buku, yang ketika aku baca sinopsisnya kemudian semakin bertambahlah kekuatan pikiranku untuk ‘Ayo segera beli buku itu.’

 

Sebelum aku beli, aku cari dulu di perpus sekolah, ternyata belum ada buku ini, karena terbitan baru, masih fresh banget bukunya dari penerbit. Akhirnya aku memutuskan untuk membelinya. Setelah beli dan khatam baca buku itu, lantas apa yang terjadi ? aku serasa memiliki kekuatan berlebih untuk bermimpi. Dan percaya bahwa suatu saat nanti semesta akan mewujudkannya. Yah.. di dalam buku itu mengajarkan bahwa agar kita harus percaya pada kemampuan dan kekuatan pikiran. Cara gampangnya kayak gini nih, Kalo yakin kita bisa, pasti bisa! Ya itu teori tentang hukum tarik menarik pikiran dengan semesta. Wah , keren juga ya teorinya. Takjubku dulu.

Setelah mempelajari yang lain, mungkin kamu akan berpikir bahwa, teori nya Rondha byrne, joe vitale, bob proctor dkk aja yang pake kekuatan pikiran (tanpa melibatkan Tuhan), mampu meng-optimis-kan pembaca-pembaca yang hampir bahkan putus asa karena dirundung masalah-masalah kehidupan yang pelik. Serius! Ini terjadi pada diriku sendiri, kalo dipikir yah,  aku ini siapa? Bocah kampung yang tinggal di desa hawai, yang kalo di peta, mungkin masih kategori lereng gunung slamet. Tapi aku punya mimpi, kata orang sih muluk-muluk. kata aku sih enggak 😛 emang pengin kuliah, kategori muluk yah? bagi sebagian orang di kampungku, itu bisa jadi.

 

Nah teori yang kayak gitu aja mampu membangkitkan mimpi-mimpi yang kayaknya mustahil diraih, apalagi kita umat islam yang memiliki  Allah, Tuhan semesta Alam. Seharusnya tingkat keoptimisan dalam menghadapi apapun di dunia ini jauh lebih tinggi.  Tapi setelah dibaca lagi, dianalisis, dipahami lebih dalam, itu buku belum cocok untuk diterapkan secara kaffah kemudian mengatakan sami’na wa atha’na dalam kehidupan. Artinya apa? Impian manusia tidak sebatas kekuatan pikiran saja, tapi perlu realisasi, berwujud ikhtiar dan disertai dengan rasa tawakkal pada Tuhannya. Di dalam prosesnya, termanifestasikan dalam perilaku sabar, nerimo, legowo,  pasrah dsb. Tidak bisa kita dengan PeDe banget ngerasa kalo kita bisa mengatur apapun dengan kekuatan pikiran kita semua.

Sebagai umat beragama, Boleh banget kita berpikir, tapi kita mesti ingat, kita bukan pencipta, ada proses yang dinamakan hasil akhir, yah hasil akhir atas ketentuan Tuhan apakah ‘apa yang kita pikirkan’ akan di Acc oleh tuhan sebagai wujud akhir yang sama atas apa yang kita lakukan.

 

Dalam buku the secret mengatakan bahwa “Anda adalah pencipta, dan ada sebuah proses yang mudah untuk mencipta dengan menggunakan hukum tarik menarik.”  Sejujurnya, aku takut ini mewujudkan perilaku kesombongan pada diri, takut jadi takabbur, merasa besar dengan menyatu dengan semesta. Ini yang aku khawatirkan, hingga akhirnya aku berpikir, ketika anda mmbaca buku ini, pastikan juga back-up dengan membaca buku agama yang lain, untuk membentengi dari sikap takabbur kita pada Allah.

 

Yogyakarta, 12 Maret 2017

Novie Suciati

 

 

Advertisements

Kebahagiaan anak, diawali dari kebahagiaan Orangtua

Anak yang memiliki perasaan bahagia, diawali dari orangtua yang bahagia. 😘
******

Waktu kemarin aku balik ke jogja, aku duduk dan berbincang dengan sebuah keluarga yg terdiri dari ayah, ibu, anak dan nenek.
Mereka akan berlibur ke jogja dan menginap di rumah saudara.
Sepanjang perjalanan purwokerto jogja, aku pandangi ibunya. Rupa2nya, ia mirip sandra dewi, KW super. Cantik, ramah dan murah senyum. Oh iya beliau juga memiliki anak umur 2 tahun. Yg sedang lincah-lincahnya bermain. Sebut saja namanya Mawar.

Sepanjang perjalanan, ia selalu tertawa, ceria, riang gembira, dia punya boneka kesayangan. Kalo kamu pernah nonton film the scorch trials, Kamu pasti tau nama boneka ini. Namanya sama dengan tokoh perempuan yang terkena virus flair. 😀

Ia terus memegang bonekanya, ketawa ketiwi, sepanjang perjalanan, ibunya ini aktif menjelaskan.
Ketika melewati sawah “dek coba liat itu ada pak tani dan bu tani, di sawah”

“Dek, liat itu ada kereta lewat, kaya thomas ya dek.”
“Dek kita sedang melewati terowongan gelap. “
“Dek, ada sungai banjir, airnya meluap. “

Mana, mana,…
Yah udah kelewat dek..

Dan kamu tahu, setiap ibunya bercerita, ayahnya menimpali.
Ayahnya ini juga aktif menimpali. Mengimbangi.
Neneknya juga, hingga akhirnya kita saling berbagi cerita di kereta.

Saat dia meminjam iphone ibunya, ia membuka aplikasi menggambar. Nah ternyata dia juga paham nama2 warna dalam bahasa inggris. Saat ibunya bilang, purple, yellow, brown, dia benar2 paham ngeklik warna itu, bbrapa kali aku perhatikan tidak hanya warna, ada kata yang dia sebut pake english. Rasa penasaranku terjawab sudah anaknya ini rajin buka kartun english di yutub ternyata.

Dari situ lagi2 belajar ttg komunikasi antara anak dan orangtua. Sekalipun, aku tak pernah melihat tangisan dari anak itu, rewel atau semacamnya. Jd ada kejadian bonekanya dia jatuh ke belakang, dia mau nangis, orgtuanya langsung katakan “tenang, mama akan ambilkan bonekamu” duh senyumnya itu loh sandra dewi banget. 3,5 jam di kereta terasa singkat.

Lagi lagi aku perhatikan lagi ibunya, dia tak jemu bercerita dan menjelaskan ke anaknya, tak jemu bercanda. Ayah nya juga gitu, menimpali.

Dari situ aku bertanya, “ibu, dedek Mawar emang selalu ceria ya?” “Iya, dia jarang nangis, ataupun rewel, alhamdulillah sejauh ini saya masih bisa mengontrolnya, dis juga nurut.”

Well, ini sangat berpengaruh bangt ke psikologis anak yah, betapa emosionalitas orangtua (dalam hal ini bahagia) memiliki energi untuk orang2 sekitarnya. Terutama anak.

***
Perasaan kita pada saat itu, jelas akan mempengaruhi komunikasi kita pada seseorang. Sepertinya, orangtua yang mungkin di rumah sering memarahi anaknya, berkata kasar, kebayang nggak “gambaran” anaknya akan seperti apa.
Sebagaimana kue, hasilnya tidak jauh dari cetakannya.
Dan sebagaimana buah, jatuhnya tidak pernah jauh dari pohonnya.

Begitu juga dengan perasaan yang selalu positif, akan mudah untuk memancarkan energinya pada sekitar.

Mungkin diluar sana Banyak orang yang siap menikah, bahkan sudah dikatakan mampu dalam hal menikah. Tapi mereka lupa bagaimana belajar menjadi ibu dan ayah.

Karena urusan menikah tidak hanya “aku” dan “kamu” menjadi “kita”.
Ada hal yang jauh lebih penting, yaitu anak-anak kita dan tujuan hidup kita di dunia dan akhirat.

Yogyakarta, 20 November 2016
Novie S

Cerita tentang Ustad yang Tawadhu

Tadi sore di sebuah perjalanan pulang dari rapat pengurus, salah seorang dari kami menceritakan sebuah kisah seorang ustad yang masya Allah, terkenal dengan ketawadhu-an, kesabarannya dan kehalusan budi pekertinya.

ceritanya seperti ini, beliau ini diundang sebagai penceramah dalam walimatul ursy. shohibul hajat sudah mempersilahkan beliau untuk makan di tempat yang telah disediakan, namun salah satu panitia WO dari si empunya hajat, tidak mengenali beliau, dan mengatakan “maaf pak, tempat makan disini hanya untuk keluarga” ustad yang sudah berdiri mengambil makanan, akhirnya menjawab “oh begitu ya 🙂 , maaf ya, kalo begitu saya salah tempat.”
si jamaah yang mengenali beliau, nggak terima karena ustadnya diperlakukan seperti itu, “kenapa sih ustad nggak ngomong kalo ustad itu penceramah yang mengisi acara walimah, dan ustad ini terkenal di jogja loh, masa dia kayak gitu.” sang ustad menjawab : “buat apa saya ngomong kalo saya ustad, kalo saya penceramah, nanti juga dia akan tahu. nggak dibolehin makan juga nggak papa 🙂 yang penting kan sekarang masih bisa hidup.”

Sore ini saya diingatkan kembali oleh seorang teman yang mengutip sebuah HR bukhari dan Muslim, ““Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).”

ini mengingatkan kembali, idealnya semakin tinggi ilmu seseorang, maka wajarlah semakin bijak ia, semakin dewasa ia, semakin adabnya baik, semakin akhlaknya juga baik.
bukan sebaliknya, merasa paling hebat, merasa paling tinggi dan merasa bisa segala-segalanya.

lalu saya berpikir, ustad yang sudah terkenal track record nya saja, bisa tidak dikenal oleh orang, apalagi saya yang remahan biskuit ini.. belajar lagi, terus belajar lagi, bahwa hidup harus tetap tawadhu, jangan sombong, jangan merasa paling pintar, paling paling paling …. dan paling……

dan sampai pada saya berpikir dalam, bagaimana pandangan Allah tentang diri saya yah, ya Allah, pengin nangis rasanya tadi sore. T_T

 

Yogyakarta, 29 November 2016

Pukul 22.00 WIB

 

Yoyoh Yusroh, Mutiara Yang Telah Tiada

YOYOH YUSROH, MUTIARA YANG TELAH TIADA

Oleh : Novie Suciati

Awalnya aku mengenal sosok ustadzah yoyoh yusroh dari seorang narasumber skripsiku, gaya parenting dan cara ia menyikapi berbagai permasalahan hidup mirip sekali dengan ibu 13 anak ini. Yah aku pikir beliau ini layak untuk menjadi penerus ustadzah yoyoh Yusroh hehe. Nah karena beberapa kali mendengar sosok Yoyoh Yusroh dalam ceritanya. Akupun penasaran ingin mengetahui ceritanya lebih lanjut. By the way, nggak sengaja nih, aku menemukan buku biografi Yoyoh Yusroh ini dalam rak buku seorang teman, tanpa tanggung-tanggung aku langsung pinjam untuk dibawa pulang.

Buku biografi Yoyoh Yusroh ini terbitan tahun 2011 oleh Gema Insani Press (GIP) dengan judul “Yoyoh Yusroh Mutiara Yang Telah Tiada” berisi 208 halaman, 17cm, yang disusun oleh tim GIP, yang dikumpulkan dari hasil wawancara keluarganya, dan beberapa situs yang sudah pernah menerbitkan berita tentang beliau, dan yang pasti, buku ini diterbitkan setelah Yoyoh Yusroh wafat. Bagi aku sendiri, buku ini menjadi pengingat untuk “hidupku”. Ah kalo baca isinya tuh jadi baper. Alamakkkkjahhhh… pengin nangis alias mbrebes mili.

Buku ini berisi 8 bagian, yang setiap bagiannya terdiri dari beberapa sub bagian yang menarik untuk dibaca dan kemudian aku renungi dan alhasil baper lagi, jiaaaahhh. Diantara 8 bagian itu antara lain tentang : (1) Belaian Islam Sejak Kecil (2) Pejuang Gerakan Jilbab (3) Hari-hari menuju pernikahan (4) Biduk Pernikahan (5) Pola Mendidik Anak (6) Personal-sosial-politik (7) Mujahidah Palestina (8) Akhirnya Engkau tersenyum. Bener deh ini terlalu mengaduk berbagai emosi (perasaan) di dalam hati.  Di buku ini  terdapat kata pengantar para tokoh seperti Tifatul Sembiring, Didin Hafidhuddin, Mutamimul ula, wirianingsih dan neno warisman yang berbicara tentang kebaikan beliau semasa hidup.

Continue reading

HATI-HATI NASEHAT INI!

Hari itu adalah hari minggu, 18 Oktober 2015, hari dimana ada tabligh akbar  bertajuk “Mewujudkan Generasi Qur’ani Masa Kini dan Masa Mendatang” acara ini diadakan di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan pembicara Ustadz Akbar Nazary Muhammad dan 3 Kembar Hannan, Mannan, Ihsan (HMI), mereka berempat ini datang jauh-jauh dari jawa barat loh, hehe.. Ustadz akbar ini adalah ketua yayasan Majelis Dakwah Islam, nah masih muda, belum menikah dan hafidz pulaa… #ehh…:D kalo Ustadz Hannan , Mannan, Ihsan Ini, mereka bertiga masih muda banget, kurang lebih seumuran adek ku hehe..lucu kali yaaa kalo dipanggil dek Hannan, Dek Mannan, dan Dek Ihsan. Hihihi.. eitss tapi nggak boleh…. Harus menghormati pembicara di depan xixixixii… dengan panggilan yang pantas. Nah mereka ini adalah Brand ambassador nya Syamil Qur’an, selain itu mereka Hafidz Juga. Mungkin kalian para pembaca tulisan ini, nggak asing dengan mereka, pernah jadi tamu di hafidz Indonesia juga loh, hehe  pantesan yaaa.. Wajah mereka yang imut-imut ini nggak asing hehe.

Waktu itu acaranya mulai jam 08.00, tapi sayang aku terlambat datang, akhirnya ketinggalan materi dari pembicara yang pertama, yaitu ustadz akbar, nah tiba-tiba udah sesi akhir aja, dan mulai-mulai deh sesi pertanyaan. Waktu itu kalo nggak salah pertanyaannya seperti ini ; “Ustadz, bagaimana cara kita menasehati orang yang belum berhijab, agar mau berhijab?.”

Lalu ustadz Akbar menjawab :

  • Kalo nasehatin orang itu jangan secara langsung

misalnya, “Mbak Allah memerintahkan kita untuk berhijab loh, kalo nggak berhijab nanti masuk neraka.” “Mbak, kamu kok nggak berhijab-hijab dari dulu.” (Permisalan dengan bahasaku sendiri), nah.. jangan kayak gitu tuh.. Tapi Cara termudah dalam memberikan nasehat itu dengan memberikan kisah. Kisah apa aja yg masih nyrempet-nyrempet sama hijab, bisa cari di dalam alqur’an.

  • Menjadi Orang Yang Baik

Ketika kita menasehati oranglain, sadar atau tidak, Oranglain akan menilai kita, apakah kita baik atau buruk ? ibarat kata nih… kalo kita baik, apapun yang kita sampaikan kepada oranglain, insya allah akan diperhatikan, karena kita sudah melakukannya pada diri kita sendiri. Sebaliknya, kalo kita buruk? Gimana nasehat  kita mau diperhatikan orang, kita saja tidak melakukan apa yang kita nasehatkan kepada oranglain.

Kalo ngedenger nasehat diatas tuh, aku jadi inget cerita mahatma gandhi dari buku yang aku baca. Hihi Tahu cerita Mahatma Gandhi? yang dia puasa makan-makanan bergaram (puasa dari yang asin-asin).. kalo belum tau nih, aku certain yaaa…hehe

Jadi begini, suatu hari ada seorang emak (ibu) mengeluhkan anaknya yang susah dinasehati untuk berhenti makan makanan yang bergaram, karena si anak punya penyakit yang jika ia memakan-makanan bergaram, maka bisa menambah sakit si anak. Dokter pun sudah mengatakan bahwa “Nak, jauhi makanan yang asin-asin yaaa..” tapi itu tidak mempan untuk si anak. Kemudian setiap kali anaknya makan, emaknya juga bilang, “Nak, dokter kan udah bilang kamu gak boleh makan makanan yang asin-asin, nanti sakitmu tambah parah.” Ni anak susah banget sih buat dinasehati, itu gerutu ibunya dikala itu. Hingga akhirnya ia mendengar Gandhi  yang bijak, dan ia berpikir untuk membawa anaknya kerumah Gandhi, berharap agar Gandhi menasehati anaknya, dan anak tersebut menurut apa kata Gandhi.

Kemudian datanglah, emak dan si anak itu menemui Gandhi, to the point nya seperti ini , si emak itu menceritakan permasalahannya kepada Gandhi. Mungkin kalo bahasa masa kininya kayak gini “Bang gandhi, plis bang, bantu saya buat nasehatin nih anak, biar nggak makan-makanan bergaram lagi, bang. saya udah pusing bang gimana cara yang mempan buat nasehatin nih anak.” Taukah kamu apa yang dikatakan Gandhi pada emak si anak itu ? hmmm.. penasaran nggak ?hahaha 😀

Jadi begini, setelah emaknya cerita, gandhi pun mengatakan “Silahkan kalian berdua kesini  seminggu lagi.”

Si emak ini menggerutu di jalan, dimintai nasehat buat nyadarin anaknya, kok malah disuruh pergi. Akhirnya seminggu pun berlalu, datanglah… pada hari itu, mau apa coba ? mau malmingan ? ya enggaklah yaah… mau ngedengerin nasehat sang bijakers, si emak penasaran kenapa gandhi nyuruh dia balik kesitu lagi ya ? hmm ternyata alasannya ini nih…

Jadi, setelah emak dan anak itu datang kembali, gandhi mengatakan pada anak itu “Nak, mulai sekarang, kamu jangan makan-makanan yang bergaram lagi yaaa, biar kamu cepet sembuh dari sakitmu.” Kemudian anak tersebut mengangguk, dan memang benar, di rumahnya anak itu sudah tidak mengkonsumsi makanan yang asin-asin lagi. Sang emak heran, kenapa kalo gandhi yang ngomong anaknya nurut yah ? padahal isi omongannya sama apa yang dikatakan oleh dokter dan aku. Si emak ini penasaran banget kok bisa ya? Gandhi ini memang keren, pantaslah kalo ia dijuluki sebagai orang yang bijak. Akhirnya, besoknya emaknya menghampiri gandhi kembali dan menanyakan perihal itu. “Bang, sebenarnya rahasianya apa sih bang, kok anak saya bisa nurut gitu?”

Kemudian gandhi pun tersenyum seraya berkata, “ Tahukah kamu? ketika kamu kemari, aku menyuruhmu untuk pulang dan menemuiku seminggu lagi, dan pada waktu seminggu itu aku mengosongkan perutku dari makanan yang asin-asin, sehingga ketika aku menyuruh anakmu mnghindari makan-makanan bergaram, pada saat itu juga aku juga sudah melaksanakan apa yang aku katakan pada anakmu itu, sehingga pesan itu tersampaikan. Bayangkan jika saat itu aku langsung menyuruh anakmu untuk melakukan kebaikan (menghindari makanan bergaram dengan maksud agar sakitnya tidak parah), sedangkan aku sendiri tidak pernah melakukan kebaikan itu?”

 

Waw… menarik sekali yaaa cerita ini, pelajaran yang bisa diambil adalah ketika kita menyerukan kebaikan kepada oranglain, maka hal yang paling urgen kita lakukan adalah penerapan terhadap diri kita sendiri, bahwa sesuatu yang disampaikan berdasar dari apa yang kita lakukan, itu akan sampai ke hati. #jlebbb… #  yah adakalanya ketika  kita nasehatin orang nggak  pake lisan, terus kalo nggak pake lisan , pake apa dong ? pake kode ? duh kalo yang ini jauh lebih susah nih wkwkwkw… maksudku, pake PERBUATAN hehe.. apa yang kita perbuat, orang itu akan mampu menilai  insya allah, bukankah sebaik-baik nasehat adalah suri tauladan ?

Karena Tauladan yang baik yang dimulai dari diri sendiri mampu mematahkan kalimat “Kayak Kamu ngerjain aja, nyuruh-nyuruh gue!”

 

Kita lanjut point ketiga, okey…

  • Memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT

Nah poin ini benar-benar penting nih.. kalo hubungan kita sama Allah aja buruk , gimana mau nasehatin oranglain dalam kebaikan, bukankah kunci kesuksesan itu ada ketika kita selalu memperbaiki hubungan kita sama Allah heheh..

Nah, itulah sekelumit cerita ketika aku nongkrong ngedengerin ceramahnya ustadz Akbar. Karena sesi ustadz Akbar udah selesai, berarti sesi selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Hannan (H), Mannan (M), dan Ihsan (I) yang diberi sebutan Ustadz Kembar HMI.

Seperti yang disampaikan oleh mereka bertiga, bahwa untuk mewujudkan generasi Qur’ani ada prosesnya, nah Sebaiknya apa yang mesti kita lakukan yaa? Hal-hal yang harus dilakukan adalah :

  1. Jangan hanya memuliakan Allah Subhanahu Wa ta’ala, tapi kita muliakan juga orang-orang yang dicintai Allah yaitu Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wa sallam. Memperbanyak shalawat kepada Nabi, nah kalo kita banyak shalawat kan, Nabi tambah sayang sama kita, iya kan ? 😀

 

  1. Kunci sukses dalam mewujudkan generasi Qur’ani adalah Dream, Pray and Action. Kunci  ini bisa diaplikasikan dengan cara :
  • Melibatkan Allah dalam hidup kita.
    Jangan kerja atau usaha sendirian, itu sombong namanya. Akuilah bahwa sesungguhnya kita juga butuh bantuan Allah, kalo misal mau doa “Ya Allah, tolong Saya Ya Allah…..” itu dipersilahkan loh. Allah itu seneng, kalo hamba-Nya doa dan bergantung pada-Nya.
  • Jangan jauh-jauh dari Al-Qur’an
    Ingat juga kalimat ini “jangan pernah menginginkan kesuksesan, sedangkan kamu masih belum memuliakan Al-Qur’an.” Menghafal itu bukan bisa atau nggak bisa, tapi mau atau nggak mau.

    Nah untuk poin b ini, ada kisah nyata yang akan membuat kita semakin trenyuh dan yakin atas kuasa Allah tentang Al-Qur’an, kisahnya seperti ini :

    Ada sebuah cerita, tentang 20 santri yang mengikuti lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an, ketika menyebrangi sungai Musi, perahunya bocor, nah diantara santri itu, ada 17 orang yang bisa berenang, dan sisanya ada 3 orang yang tidak bisa berenang. Ke-17 santri itu melepas semua barang bawaannya seperti tas, makanan, dsb dan mulai berenang. Sedangkan ke-3 santri itu bingung apa yang mau dilepas dan dibuang, sedangkan mereka hanya membawa Al-Quran, masa Al-Qur’an mau dibuang. akhirnya mereka memilih untuk mendekap Al-Qur’an dan memasrahkan hidupnya pada Allah. Tak lama kemudian mereka meninggal tenggelam. Innalillahi Wa Inna ‘Ilaihi Roji’un.

    Nah kita tahu, fase ketika orang meninggal tenggelam yaitu mulai muncul beberapa tanda pada tubuhnya,

    Pertama, Badan mulai membengkak, yang kedua, badan mulai memar dan kondisi yang terakhir jasadnya mulai membusuk.
    Nah kondisi diatas ternyata tidak berlaku untuk ketiga penghafal tersebut, jasadnya masih bagus dan utuh. Padahal sebelum ada kejadian ini, satu hari sebelumnya ada perempuan meninggal bunuh diri dan jasadnya membusuk.
    Masya Allah…
    Maha besar Allah dengan segala Ketentuan dan Karunia-Nya.

 

  • Sayangi kedua Orangtua kita
    Salah satu bentuk kecintaan anak terhadap orangtua adalah dengan menjauhi “Pacaran.” Ketika si anak berpacaran, apalagi pegangan tangan, maka Allah akan memberikan kerikil neraka kepada tangan orangtua yang sudah meninggal. Serem yaaa… yang diceritain Dek Ustadz HMI ini. Nah kalo lagi susah ngehafal gitu, inget orangtua juga yaaa.. minta doanya buat dilancarkan hafalannya J

 

 

Novie suciati

Yogyakarta, 19 Oktober 2015 Pukul 20.00 WIB

 

Tips Menyikapi Masalah Berat Dalam Hidup

TIPS – TIPS MENSIKAPI MASALAH BERAT DALAM HIDUP

Permasalahan hidup yang terlalu berat terkadang membuat orang semakin stress bahkan berubah menjadi distress (stress negatif) kalo tidak sesegera diatasi.
Ketika kita sudah mengalami stress (masih ringan) dan diduga akan mbleber-mbleber kalo tidak segera diatasi, cara mengatasinya :

1, identifikasi masalah.
Saya ini sedang kenapa ? apa masalah saya?
self talk, bertanya dan berbicara pada diri sendiri.
kalo sudah menemukan apa permasalahannya, lalu…

2. Cari Orang Yg bisa diajak sharing
kalo kita sudah tahu masalah kita, tapi kita blm tahu penyelesaiannya, coba ceritakan pada teman yg bisa kita percaya dan jaga rahasia.
misal : teman, orangtua, atau kalo yg udah nikah, bicara sama suami atau istrinya.
itu akan sedikit meringankan beban dalam hati. orang itu akan seneng kalo dirinya bisa bantu oranglain. jangan bilang “nanti aku merepotkan, nanti dia kepikiran masalahku,”
kalo kata bunda Fadillah Soraya ketika orangtua dicurhati oleh anak, orangtua seneng loh, tandanya anak itu percaya, dan seneng punya orangtua yg bisa kasih masukan buat kita.

3. Penerimaan Diri
ingatlah bahwa tidak semua masalah di dunia ini selalu berakhir dengan penyelesaian yang baik. ada yg nggak selesai, namun cara terbaik kita dalam memahami masalah adalah dengan menerima masalah itu dengan hati yang lapang, cara pandang yang berbeda bahwa “iya, saya punya masalah, saya tahu semua ini terjadi atas ijin Allah, saya akan mencoba menerimanya.” krena kita tahu bahwa semua makhluk hidup pasti punya masalah.

4. Mendekatkan diri pada Allah
jangan lupa juga bahwa kita masih punya Allah. Jangan ragu untuk mendekat padaNya, ada masalah atau tidak, dekat-dekatlah padaNya. orang yang selalu berdekatan padaNya, Percayalah bahwa lambat laun allah akan menumbuhkan sifat Sabar, ikhlas, tawakkal.
kalo udah sering ngedekat sama Allah, masalah itu ibarat air yang mengalir, sudah kodratnya kehidupan. ia akan selalu menyikapinya dengan bijaksana. dan sifat dewasa itu muncul perlahan. orang, semakin diuji, semakin dekat padaNya, kedewasaannya akan semakin bertambah juga.
percayalah 😀

Yogyakarta, 3 Oktober 16.20 WIB
Ditulis oleh Novie Suciati (C. S.Psi)

Berjuang Tak Selemah Itu!

Ketika seseorang dihina dan diremehkan oleh orang lain, ada 2 kemungkinan yang akan muncul dalam pikran orang  itu

  1. Berpikir mundur.

Ketika ia diremehkan orang, tidak bisa sukses,tidak berkmbang,tidak berguna untk orang lain, selalu bikin onar,dan menyusahkan orang lain. Dan ketika ia diremehkan seperti itu, orang yang berpikiran mundur, pasti dia akan berpikir, hidupnya tidak ada manfaat untuk orang lain, orang lain sudah men-judge dirinya adalah orang yang tidak baik dimata mereka,orang yang tidak mungkin sukses, maka apalah arti hidup,berbuat baik pun orang masih memberi label buruk padanya, maka selamnya ia tidak akan pernah berubah menuju ke arah perbaikan.dan berpikir mundurrrr ,ia benar2 akan tidak berguna untuk org lain.

2. Berpikir maju

Justru ketika dia dipndang tidak bermanfaat, tidak mungkin sukses, dan cap buruk selalu menmpel pada dirinya, maka orang yang berpikiran maju pasti akan membuktikan kepada dunia, bahwasanya, dirinya bukan orang yang tidak berguna untuk orang lain, ia bermanfaat, dan yakin ia bisa berubah menjadi lebih baik dan sukses dimasa mendatang. Dan suatu saat,omongan orang yang meremehkan itu akan hilang dan berbalik menjadi sebuah pujian, bukan celaan.

Dan tentunya , sebagai manusia, kita pasti menginginkan perubahan yang baik pada diri kita, bukan ??

Semangat, berpikir positif dan terus bersungguh2 dalam mnjalani visi misi hidup kita.

Ada allah yang selalu mengawasi kita, dimanapun kita berada, maka yakinlah Allah selalu tahu tingkah laku kita,dan Allah juga tahu yang terbaik untuk kita.

Teruntuk teman2ku yang merasa diremehkan, dihina dan dianggap tidak berguna, saatnya kalian tunjukkan pada dunia bahwasanya kalian pasti bisa menjadi orang yang benar2 dibanggakan, dan sukses dunia akhirat, terlebih lagi sukses dihadapan allah, artinya kita benar2 berubah menjadi manusia yang lebih baik dari sekrang, semangattt !!!!!

Pilihan kita menentukan di masa yang akan datang,mau tetap diam di tempat, mundur apakah maju !!!

Yogyakarta, 13 April 2012 Pukul 11:22 WIB

Novie Suciati

#keep semangkA