Memaknai “Hari-Hari Berat” dalam Hidup

Memaknai “hari-hari berat” dalam hidup

 

Setiap orang pasti pernah mengalami hari-hari yang berat.  Entah itu karena patah hati,  kematian,  kegagalan, frustrasi, penyakit berat,  kecelakaan,  atau hal2 lain yg menyebabkan manusia berada dalam titik nadir kehidupan.  Merasa paling putus asa sejadi-jadinya.  Merasa bahwa ketika menjalani hidup bebannya banyak banget.  Sampai-sampai lunglai tak berdaya hanya untuk mendongak penuh harap.

 

 

Suatu hari aku membaca kisah nabi ya’qub (ayah dari nabi yusuf). Ketika beliau tahu yusuf telah tiada karena perbuatan saudaranya, bertahun2 ia diam ,menahan amarah dan tdk menampakkan kpd saudaranya yusuf.  Sangkin cintanya thdp yusuf. Ia sampai menderita bertahun2 , sampai ia buta. Kebayang kan betapa menderitanya nabi ya’qub kala itu?

 

Nah Di Ayat 86 QS yusuf, nabi ya’qub bilang “hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku”

 

Ketika ayat ini diterapkan dalam kehidupan.  Aku selalu meyakini bahwa sebesar apapun permasalahan hidupku. Aku sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa Ada masanya masalah itu akan selesai.  Hanya menunggu waktu saja. Sambil berikhtiar,  penuh harap dalam tawakkal 🙂

 

 

Di dalam kesempatanku belajar psikologi selama 6 tahun ini.  Banyak banget hal yang aku alami,  dikala menjadi pendengar atas masalah oranglain.  Kemudian aku menarik kesimpulan bahwa pandangan/sikap/perlakuan yang aku lakukan untuk diriku dan diri oranglain pastilah berbeda. Ini terjadi karna banyak faktor,  bisa menilik dari kepribadian orang,  jenis permasalahan,  kekuatan jiwa, pemahaman agama,  pendidikan,  dan lain sebagainya.  Sehingga ketika melihat sebuah permasalahan orang lain tentunya kita harus melihat dari banyak sisi.

 

 

Misal : Si A bersedih sampai hampir gila karena orangtuanya meninggal.

Si B bersedih sewajarnya ketika orangtuanya meninggal.

Kalo dilihat sekilas,  Permasalah mereka sama sebenarnya.  Sama sama kehilangan orangtua.

Tentu kalo ngelihat masalah seperti ini,  anda atau mungkin oranglain bisa saja bilang “semua manusia akan meninggal pada waktunya, jadi tidak perlu sampai menangis hampir gila karena ini , semua ini sudah ketentuan-Nya” .

 

 

Satu hal yang ingin aku bilang adalah “manusia itu memiliki hati yg berbeda satu sama lain”

Nggak sama.  Walaopun memiliki permasalahan yang sama.

Itulah kenapa sempat ada kejadian bunuh diri gara2 nggak lulus sekolah, bunuh diri karena putus cinta.  Krena permasalahan hati manusia tidak semudah itu digampangkan. Mungkin anda bisa bilang “cuma gitu doang loh bisa bunuh diri. Kan bisa coba lagi,  kalo gagal ya coba lagi” .

Dan aku pribadi gak bisa juga mengendalikan komentar orang tentang hal macam ini. Apalagi yang komentar bilang gini “kaya nggak punya agama aja,  nggak takut akhirat apa!”

Tentunya ini trjadi karna banyak faktor,  bukan hanya masalah agama saja. Kalo kita mau mengorek2 sesuatu secara mendalam aku sangat yakin,  pandangan kita terhadap sesuatu bakal tdk sesempit itu. Karena kita tahu jelas kronologinya.  Hmmm…

Penilaian buruk sepihak terkadang memilukan bagi yang mendengarnya 😦

Dan sudah aku tekankan di awal bahwa urusan hati itu benar-benar kompleks.  Orang yg agamanya kuat pun bisa terpelosok di urusan hati ini.

Nggak usah jauh-jauh,  orang juga bisa terjerembab dalam kenistaan karena kefuturan kok. Nggak usah nggumun loh!

 

 

Se-empati2 nya seseorang,  percayalah,  tidak ada yang bisa memahami hati kita sepenuhnya sampai di sisi terdalamnya juga.

Itulah kenapa aku sangat suka QS.  Yusuf : 86 ini,  mengingatkan bahwa manusia tdk ada yg sempurna memahami manusia lain.  Walopun itu sahabat,  keluarga bahkan pasangan sekalipun.  Atau orang yang mengaku “gue tau semua tentang loe! ” tapi bagaimanapun rasa sakitnya kita atas hari-hari berat kita,  oranglain sekalipun terdekat kita tidak bisa sepenuhnya “merasakan apa yang kita rasakan” itulah kenapa ya’qub bilang “hanya Allah yang pasti tau keadaanku, menderitanya hatiku atas kehilangan yusuf,  IA tau atas kesusahanku dan kesedihanku”

 

 

Dan dalam hari-hari yang begitu berat,  ibroh yang diambil adalah perbanyak mendekat pada-Nya.  Adukan kesedihan, kesusahanmu, karena oranglain blm tentu merasakan betapa pedihnya hari yang kau jalani. Dan Allah adalah sebaik-baik penolong.

 

 

Novie Najmi

Yogyakarta, Jumat, 08 September 2017 pukul 23.00 wib

Advertisements