Penghijrahan (hati) Bukan Hil yang Mustahal

Ketika seseorang memutuskan untuk keluar dari kampung halaman, hijrah keluar kota, ada yang untuk bekerja, ada yang untuk kuliah dan ada yg antah barantah.

Saat hidup berpisah dari orangtua, berpisah dari sanak saudara di rumah. Tidak ada lagi yg mengontrol ketat, ibaratnya kalo di desa, cewek pulang malam akan ditegur orgtua, nginep dirumah temen akan ditanya.
Tapi ketika sudah tidak bersama mereka, hidup sendiri, orang tua mungkin akan tetap mengontrol dari kejauhan.
Dari situlah, kepribadian, keimanan dan lingkungan akan teruji.
Saya sudah menemukan banyak hal dalam penghijrahan 4 tahun di kota orang.


Yang tadinya sholat jadi gak pernah sholat, yg tadinya berjilbab lebar berubah jadi kecil, yg tadinya membuka aurat jadi tertutup anggun, yang tadinya berjilbab kecil berubah jadi lebar, yang tadinya pendiem jadi sering dan suka nongkrong sampe larut malam, yang tadinya polos sekarang berubah menggunakan riasan yang macem-macem, yang tadinya manja berubah jadi benar-benar mandiri karena tidak memiliki pilihan lain, yang tadinya buruk benar-benar berubah jadi baik dan alim, yang dulunya baik banget berubah jadi begajulan, yang tadinya nggak merokok berubah merokok karena itu keren (katanya : biar gak dibilang banci), yang tadinya berprinsip enggak pacaran ternyata jadi pacaran juga, yg tadinya kekanak-kanakan berubah jd dewasa.


Banyak banget fenomena yang terjadi…
Namanya juga hidup.


Tapi dari sekian penghijrahan antara kebaikan dan keburukan, ada satu aspek penting yg menjadi dasarnya. Yaitu diri sendiri.
Kalo di teori psikologi kepribadian, lingkungan dan gen sangat berpengaruh membentuk kepribadian seseorang.
Tapi ada satu hal yg mesti dijaga kuat-kuat. Yaitu cara kita berpikir dan memandang sesuatu. 


Siapa lagi yg menjaga diri kita kalo bukan kita sendiri ?
Setidaknya, jika kita belum bisa merubah orang lain untuk jadi baik, maka kita jangan membiarkan diri untuk mudah terpengaruh oleh lingkungan yang buruk.

ALLAH lagi, Allah lagi, Allah terus… yang jadi sandarannya, in syaa Allah, jika kita selalu berdoa padaNya minta ditunjukkan yang baik, minta perlindungan padaNya…
Kita akan selalu diingatkan ketika kita lalai.
Utamakan Allah diatas segalanya, apapun yg kita lakukan

Novi suciati

Yogyakarta, 14 september 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s