Kajian Bulughul Maram, (lanjutan) tentang Wadah (aniyah) dan Bab Penghilangan najis dan penjelasannya. – Pertemuan Ke-7

Kajian Bulughul Maram, Pertemuan ke-7

Ustadz Bagus Priyo Sembodo

Masjid Al ihsan, Suryodiningratan, Kamis, 11/5/2017 Ba’da Isya

Ditulis oleh : Novie Najmi

 

 

Hadist ke – 22

Dari imran ibnu hushain,  disebutkan bahwa Rasulullah dan para sahabatnya pernah berwudu’ dari mazadah (tempat penampungan air yang terbuat dari kulit binatang) milik seorang perempuan musyrik. (Muttafaq ‘alaih)

 

Penjelasan lanjut mengenai hadist ini :

Boleh menggunakan mazadah (biasanya mazadah yang dipakai oleh orang musyrik adalah kulit dari hewan yang menjadi bangkai (karena tidak disembelih secara syar’i). Hadist ini menunjukkan Boleh (setelah disamak) selama wadahnya orang musyrik yang kita tidak tahu terkena najis misal babi, anjing, dsb. Hukum asalnya justru suci, boleh digunakan orang muslim jika ingin berwudhu. Jadi jika terkena badan orang non islam, tidak najis.

 

Tanya : Ustadz, bagaimana orang-orang yang menganggap orang  musyrik itu najis ? dengan diperkuat dengan Qs. At taubah : 28.

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Jawab : Yang perlu ditafsir dari ayat ini ada 2 yaitu :

  1. Apakah makna “musyrikuna” ?

Ayat ini perlu dijelaskan, karena disalah artikan muslimin, menghukumi muslim lain. Misalnya : (1) masjid tertentu yang didatangi oleh muslim lain kemudian setelah orangnya pergi, masjidnya dibersihkan karena merasa itu najis (2) Jemuran pakaian yang terkena/tersentuh oleh muslim lain, kemudian dicuci kembali, karena menghukumi itu najis. Oleh karena itu, ayat ini perlu diperjelas lagi. Kalau tidak, semua orang yang dianggap syirik, bisa terkena ayat ini.

Sehingga Musrikuna, dalam ayat ini adalah nonislam, bukan muslim yang melakukan kesyirikan.

2. Apakah makna “najasun” ?

Najis dalam hal ini adalah bukan jasmaninya, tetapi aqidah dan amalannya. Jadi kalau ayat ini digunakan untuk menghukumi najis bagi sesama muslim , jelas ini salah.

 

 

Hadist ke – 23

Dari Anas Bin Malik , disebutkan bahwa bejana Rasulullah pernah retak, kemudian Rasulullah menambal bagian yang retak itu dengan pengikat dari perak (HR. Bukhari).

 

Penjelasan untuk hadist ini :

Hukum menggunakan perak untuk wadah pada asalnya adalah haram bagi laki-laki dan perempuan. Namun penggunaan “sedikit” perak untuk memperbaiki/menambal wadah itu diperbolehkan.

 

Berikut ini adalah hukum penggunaan emas dan perak :

  1. Emas dan perak, digunakan sebagai wadah –> hukumnya haram untuk laki-laki dan perempuan
  2. Emas dan perak, digunakan sebagai pakaian –>  Untuk perempuan (halal), untuk laki-laki (haram).
  3. Emas dan perak, digunakan sedikit untuk menambal, untuk memperbaiki supaya berfungsi, ini diperbolehkan.
  4. Emas (sebagai perhiasan) –> Digunakan perempuan (halal), jika digunakan laki-laki (haram)
  5. Perak (Sebagai perhiasan) –> digunakan oleh laki-laki dan perempuan, hukumnya halal.

 

BAB PENGHILANGAN NAJIS DAN PENJELASANNYA

Tanya : Ustadz, kalo pakaian kita terkena kotoran hewan itu najis nggak ?

Jawab : kotoran hewan yang halal dimakan maka tidak najis.  Misal : ayam. Kotoran ayam ini tidak najis à maknanya : Kotoran itu tidak menghilangkan kesucian dan sahnya ibadah. Jadi kalau orang kena kotoran ayam, shalatnya tetap sah. Tapi bukan berarti itu lantas dibiarkan saja yaaa, alangkah lebih baiknya dibersihkan.

 

 

Tanggapan Penulis :

Hehe nganu , ngrungokke iki, Njuk aku dadi kelingan jaman Ujian semesteran mbiyen pas SMA, aku nginjek telek bebek. Belum sempat ke toilet untuk dibersihkan karena jaraknya jauh, akhirnya langsung masuk kelas krena udah bel masuk, pas lagi garap soal , temen2 pada bilang “bau apa ini” sampe pada tutupan hidung, dan temen disampingku Tanya “nov, kamu bau sesuatu nggak sih?” dan aku Cuma bisa jawab “Iyo iki mambu yoo” . Akhirnya aku ungkap juga pengakuan dosa ini, di blog bhaha… astaghfirullah maafkan hambamu ini ya Allah… 😀 dan temen kelasku belum ada yang aku ceritain soal ini hahaha..

 

Nah, kebayang nggak sih, kalo ini terjadi pas sholat, sarung, celana atau rok kita ada teleknya, tapi kita biarin aja, terus orang yang disamping kita terganggu konsentrasinya, karena mencium sesuatu.

Pas wis Takbirotul ikhram, njuk ning jero ati bilang “mambu opo iki” . nah loh… 😀

 

Wis ah ceritane,

 

Cusss lanjut hadist selanjutnya :

 

Hadist ke- 24

Dari Anas bin Malik , ia mengatakan bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang khamr (minuman memabukkan) yang dijadikan cuka. Maka Rasulullah bersabda : “Tidak boleh” (HR. Muslim)

 

Penjelasan tentang hadist ini :

Apa itu khamr ? khamr adalah hal yang banyaknya memabukkan, terbuat dari fermentasi anggur, atau kurma atau sejenisnya. Selain khamr, nah hadist ini kan menyebutkan tentang cuka. Mari kita simak proses pembuatannya.

Jadi ketika anggur/kurma/sejenisnya diragi. Dia mengalami proses namanya fermentasi, sampai suatu saat dia mengalami fase khamr. Nah biasanya orang arab menandai khamr itu dari baunya, bau anggur semakin keras, biasanya lebih dari 3 hari. Nah khamr yang terus di fermentasi, bablas (tidak berhenti prosesnya), kmudian mengalami proses masa cuka.

 

Nah pertanyaannya adalah, apakah cuka ini halal ?

Jawabannya adalah Halal.

Dengan alasan : tidak ada proses pemberhentian pada saat sudah menjadi khamr, Proses fermentasi ini diteruskan sampai berakhir menjadi cuka.

Skema mudahnya seperti ini :

( Anggur –> (fermentasi) –> menjadi Khamr –>  (Fermentasi) –> menjadi Cuka –> HALAL )

 

Tanya : Bagiamana dengan hadist Rasul diatas, yang tidak membolehkan khamr dijadikan cuka ?

Jawab : skema mudahnya seperti ini :

# Proses 1

( Anggur –> (fermentasi) –> menjadi Khamr –> (Berhenti Proses) –>  (kalo sudah jadi khamr, jelas haram)

# Proses 2

Dari Khamr –>  (di fermentasi) –> menjadi Cuka –> HARAM

 

Penjelasan :

Ketika anggur di fermentasi kemudian menjadi fase khamr. Terus si pembuat menghentikan proses fermentasinya. Karena tujuan awal si pembuat adalah membuat khamr. ini jelas haram.

nah terus, si pembuat beberapa hari kemudian membuat cuka dari khamr tersebut. Maka jelas cuka ini jadi haram.

 

 

Tanya : bagaimana status khamr? apakah khamr itu najis?

Jawab : ada dua pendapat

  1. sebagian ulama mengatakan itu najis, diperkuat dengan QS. Al maidah : 90. Maka penggunaan khamr untuk campuran parfum pun tidak boleh
  2. sebagian ulama lainnya : mengatakan bahwa khamr itu haram tetapi tidak najis. Jadi alcohol itu haram tetapi tidak najis.

Tanya : Apakah yang haram itu najis ?

Jawab : Tidak, contohnya emas. Emas itu haram digunakan laki-laki, tetapi ia tidak najis. Begitu juga dengan sutra, ia haram untuk digunakan laki-laki, tetapi ia tidak najis.

————————

 

Wallahu a’lam Bisshowab

 

Pundong, Yogyakarta , 12 Mei 2017

 

 

 

Bulughul Maram ~ Penyamakan kulit dari Bangkai- Pertemuan Ke-6

Kajian Bulughul Maram, Pertemuan ke-6

Ustadz Bagus Priyo Sembodo

Masjid Al ihsan, Suryoiningratan, Kamis, 27/4/2017 Ba’da Isya

Ditulis oleh : Novie Najmi

 

Hadist Ke-18

“Apabila kulit bangkai itu telah disamak, maka sesungguhnya kulit itu telah suci.”

Penjelasan :

  • Kulit itu bersumber dari : [1] Hewan yang disembelih dengan cara Syar’I [2] Hewan yang sudah menjadi bangkai (penjelasan bangkai ada di note pertemuan sebelumnya)
  • Jika bangkai : ketika diambil kulitnya , maka ia tetap bangkai yang statusnya tidak suci dan haram diperjualbelikan. Jika kulit ini disamak, maka kulit bangkai ini menjadi suci, hukumnya masih tetap “tidak boleh diperjualbelikan” walaupun kulit tersebut pada akhirnya digunakan untuk membuat barang-barang seperti tas, pakaian, dsb.
  • Pemrosesan penyamakan ini, mengubahnya menjadi suci.

 

Hadist ke-19

“Menyamak kulit bangkai itu berarti menyucikannya”

Hadist ini masih seputar samak, sehingga penjelasan tidak jauh berbeda dengan hadist sebelumnya.

 

Hadist ke-20

“Dari Maimunah r.a., beliau berkata : “Nabi SAW melewati kambing yang sedang ditarik, lalu beliau bersabda : “Mengapa kalian tidak mengambil kulitnya ?” Mereka berkata : “Sesungguhnya ia sudah menjadi bangkai.”. Ia dapat disucikan oleh air dan daun qaradh.” 

 

Di dalam hadist ini, tampak bahwa dahulu kala sahabat belum mempunyai ilmu tentang bangkai yang tidak bisa dipergunakan. Kemudian Rasulullah memberi ilmu bahwa bangkai itu haram dimakan, dijual/dibarter tetapi boleh digunakan dan dihadiahkan dengan syarat sudah diproses melalui penyamakan. Sehingga hilanglah najisnya dan boleh dipakai untuk membuat barang-barang seperti tas, sepatu, dan sebagainya.

 

Yogyakarta, 29 April 2017

 

Belajar Meraih Cita-Cita pada Ayam Betina Yang Bertelur

Setahun yang lalu, ada seorang guru yang memberikan nasehat pada saat KRPH di mardhiyyah.
Beliau bilang gini :
“Kalo kamu punya cita-cita, belajarlah dari ayam yang bertelur. ayam kalo habis bertelur, dia akan berteriak petok…petok..petok….dia berteriak karena kaget. Liat telur berbentuk bulat, padahal dirinya memiliki , kaki, tangan dan sayap, terus dia bertanya “opo iki?” setelah menunggu 21 hari dierami, dia tidak bergeming untuk melayani pejantan.
 
 
dulu pertanyaanku adalah : Kenapa ayam bisa paham bahwa telur yang dihasilkan harus dierami? bagaimana cara berpikir ayam? bukannya hewan itu nggak mikir. Lalu aku berpikir bahwa, mungkin ini adalah jenis pertanyaan yang sia2 yang memang gak penting juga untuk dijawab. lalu akupun melupakannya.
kadang ada hal-hal yang tidak perlu kita pertanyakan secara detail. nah jawaban untuk menggembirakan hati : itu sudah takdir yang Allah kasih nak! jawaban itu sudah cukup. case closed 🙂
 
Esensi dari nasehat itu adalah bagaimana ayam benar2 fokus untuk mengerami telurnya, sampai akhirnya menetas menjadi pitik yang lucu2.
telor ini adalah ibarat cita-cita yang digadang-gadang seorang manusia. bagaimana manusia itu sabar, dalam menghadapi godaan, ujian, sabar dalam segala hal, ikhtiar untuk meraih apa yang diinginkannya. dan pada suatu hari cita-cita itu akan “menetas” pada waktunya.
dan ketika ingat ayam itu, aku ingat dengan cita-citaku. Aku punya satu cita-cita yang belum tercapai. Aku ingin menjadi psikolog. Kenapa psikolog ? karena aku sudah membuat peta perjalanan hidupku kedepan . dan menjadi psikolog adalah salah satu jalannya. aku punya rencana ini , ini dan itu. dan aku berdoa semoga Allah meridhoi cita-cita dan rencana-rencana terbaikku. Sekarang jika posisiku hanya lulusan S1 maka aku tidak akan menjadi psikolog dan dosen tentunya. berarti, Jalan yang harus aku tempuh adalah melanjutkan S2 magister profesi psikolog. ini adalah cita-cita yang aku susun dari kelas XI SMA. kalo boleh jujur nih, Aku tidak tahu apakah orangtuaku sanggup membiayaiku untuk kuliah lagi? mengingat satu semester di psikologi itu cukup lumayan, yaitu 11 Juta persemester. Sedangkan aku punya dua adik, yang kata orangtua juga pendidikannya nanti di perguruan tinggi juga tidak bisa diabaikan.
Aku memahami keadaan itu, ya ya ya, aku tidak bisa memaksakan keadaannya. Aku harus memahami kondisi orangtua. Rencana sehabis aku lulus adalah mencari beasiswa S2. atau aku menikah dengan orang kaya? terus aku dibayai..bhahaaha… ini becanda. eh tapi kalo beneran juga nggak papa, rezeki orang mana tau. dan sejujurnya aku tidak ingin menyerah hanya karna masalah biaya. Aku tahu, Engkau Maha Kaya ya Allah, untuk menguliahkan S2 bahkan S3 ku, Engkau pasti Sanggup ya Allah. Jadi dalam hal ini, aku tidak akan berputus asa, karena Engkau Maha Kaya Raya. Terimakasih Engkau selalu menguatkanku dalam keadaan apapun, bahkan dalam keadaan dimana aku terpuruk sendirian. Engkau selalu membuat aku konsisten dalam keceriaan di keadaan apapun itu saja sudah jadi hal yang sangat aku syukuri. Terimakasih sudah memberikan orangtua yang peduli tentang pendidikan-pendidikan anaknya 🙂
Yogyakarta, 27 April 2017
Kosan Tercinta

Sepertinya Kamu Perlu Menghafal Hadist-Hadist

Malam ini saya mendapatkan harta karun dari seorang teman, teman duduk dalam kebaikan. insya allah 🙂
ia bercerita tentang kisah imam bukhari yang memiliki kebutaan pada masa kecil. bagaimana beliau memiliki ibu yang begitu sabar, dalam mengajarkan Al-Qur’an.
 
sampai suatu ketika didalam majlis, seorang gurunda mengetes hafalan, imam bukhari lah yang berani untuk maju dan melafadzkannya. awalnya guru tersebut tidak percaya dengan kemampuannya. tapi kenyataan berkata lain.
Guru tersebut mengatakan bahwa “nak, kau ini sangat cerdas, kamu akan jadi ahli hadist.” (redaksinya kayak gini bukan yah, saya agak lupa. tolong cmiiw 🙂 ) lalu imam bukhari pulang dan meminta pada ibunya untuk diajarkannya tentang menghafal hadist-hadist.
ibunya menolak , karena melihat kondisi imam bukhari yang menurutnya tidak memungkinkan untuk itu. cukuplah dengan menghafal qur’an saja.
akhirnya ibunya dengan penuh tangis, berdoa dan terus mendoakan imam bukhari, nah di usianya yang masih kanak-kanak, ia pun sembuh dari kebutaan.
 
 
Hikmah yang saya dapatkan dari teman saya ini adalah :
dia bilang gini “Nov, jaman sekarang menghafal alqur’an itu mudah. Allah yang memberi kemudahan itu, waktunya bisa bervariasi, ada yang 40 hari bisa, ada yang setahun, ada 2 thun, bertahun-tahun, bahkan seumur hidup baru bisa ngehafal alqur’an, Allah beri kemudahan itu, bahkan dari mulai anak-anak sampai yang sepuh. tapi untuk hafal hadist-hadist nggak semua orang itu bisa nov…
 
 
nah kalo hafal quran, Allah yang jamin itu, buktinya banyak yang berhasil, ketika ia serius menghafal, tapi nov, ada hal yang terlupa oleh seorang penghafal, tatkala ia hanya menghafal, tanpa memahami, tanpa mengamalkan, tanpa mentadabburi, seolah ia menghafal tanpa ruh. hafalan itu akan mudah lenyap, dan hal yang bikin sedih hati adalah tatkala hafalan itu hilang disertai dengan kemaksiatan, futur, tanpa murojaah, usaha keras seperti lenyap begitu saja menguap.
 
begitulah obrolan malam minggu ini, terimakasih sudah mewarnai malam yang syahdu ini, disaat temen kosan yang lain pada diapelin ama pacarnya. 
Yogyakarta, 22 April 2017
Kosan Tercinta

[Flash Fiction] Upil

Upil

 

Pagi itu membuatku pusing dan mual, berusaha memuntahkan sesuatu tapi tak keluar. Mungkin karena perut kosong setelah bangun tidur, atau asam lambung meningkat ditambah keadaan menggigil, batuk, demam, susah nelen, tenggorokan sakit , flu yang ujungnya disusul ingusan. Kepala udah berat banget rasanya. Aku buka kembali pesan via whatsapp, klak klik klak klik chat dengan member super junior. Kamu percaya? Jangan! Aku boongan. Aku lagi chat konsultasi dengan dokter. Rekomendasi resep obat pun sudah didapat. Siang hari aku langsung ke apotik, habis dari apotik, cus untuk pergi  melingkar dengan teman2 , sorenya ngajar ngaji sampe magrib, habis sholat magrib dari kotagede langsung ke suryodiningratan pergi ke masjid al-ihsan. Dengan perut yang masih sakit dan mual kembali. di motor hampir mau muntah, tapi aku tahan. Pulang dari masjid, langsung minum obat. Baca buku dulu sampai akhirnya tertidur, karena dari pagi aku belum baca buku. Lumayan dapat beberapa lembar. Nggak kuat, akhirnya tepar dan bangun pukul 03.30 WIB, seperti biasa aku melakukan rutinitas pagiku. Ada yang hilang, Kali ini aku nggak mandi pagi. karena kondisi yang tidak memungkinkan. Nah karena rutinitas pagiku sudah selesai, aku menulis artikel sehabis sholat  subuh. Eh ndilalahnya jogja diguyur hujan, artikel sudah selesai, terus aku posting di blog. Klak klik klak klik selesai.

Perutku mulai kosong, cacing-cacing sudah demonstrasi, nikmat sekali pagi itu, dengan turun hujan. Ahh syahdu.. hari itu hari jumat, dan lagi turun hujan pula. Hari dimana membuat aku bahagia, karena dengan begitu aku bisa sepuasnya berdoa pada-Mu, tentang pintaan-pintaanku pada-Mu. Kemudian pagi itu aku sarapan dengan 3 potong roti tawar dengan selai nanas, margarine dan susu coklat. Habis itu minum obat, Sungguh nikmat mana yang aku dustakan?

Aku memilih istirahat dan tidur kembali sebelum akhirnya aku memutuskan pergi ke perpustakaan. Dan mandi agak siangan. Hmm ke perpustakaan. Setelah semuanya selesai, aku mendarat di perpustakaan. Dan na’asnya aku mengalami hal yang tidak mengenakkan. Karena kepalaku pusing, akhirnya aku menjatuhkan bukuku sampai ada mas-mas yang menolong mengambilkan. Bah! Akupun bersin. Karena memang aku lagi ingusan. Mas itu menatapku yang sepertinya nahan ketawa, dia mengatakan “mbak kamu ada tisyu gak, di atas bibirmu ada sesuatu” . Lalu aku tampik “Udah deh mas jangan modus, ini bukan FTV woii, yang mas bisa pura-pura ngelap sisa coklat yang menempel di bibir.” – “Dih si embak, saya Cuma mau bilang mbak, itu upil mbak nyangkut diatas bibir.” – “ Astaghfirullahal adzim, asem ik, kenapa mas e gak bilang daritadi eh..” akhirnya akupun kabur. Gila! Malu banget gue!

 

Yogyakarta, 21 April 2017

Novie Najmi

Kajian Bulughul Maram – Bab Lalat dan Al – Aniyah ( Wadah/Bejana)

Kajian Bulughul Maram, Pertemuan Ke-5

Ustadz Bagus Priyo Sembodo

Masjid Al-Ihsan , Suryodiningratan, Kamis 20/4/2017 Ba’da Isya-Selesai

Ditulis oleh : Novie Najmi

 

Assalaamu’alaikum Wahai hati, apa kabar hari ini ? semoga tetap cerah yaaa.. walaupun dari habis subuh jogja diguyur hujan. Hati tetep cerah dong . Eh nggak tau ding, di belahan jogja yang lain entah hujan apa enggak, yang pasti timoho hujan 🙂 syahdu dan mustajab banget buat berdoa nih hehe. Betewe,  aku mau ngelanjutin kajian bulughul maram pertemuan ke-5 ini..

Lets Ceki..ceki…

# Hadist Tentang Lalat

Apabila jatuh lalat dalam minuman kalian, maka hendaknya kalian tenggelamkan lalat tersebut. Hendaklah dia memungut lalat tersebut dari minuman. Maka sungguh didalam salah satu sayapnya ada penyakit, dan di sayap yang lain , ada obatnya.

 

Masih Berkaitan dengan bab Thaharah nih, ulama mengambil hukum :

  1. Lalat itu tidak najis, baik dalam keadaan hidup ataupun mati, sehingga tidak menajiskan minuman yang dihinggapi
  2. Rasul memberitahu penelitian ilmiah mengkonfirmasi bahwa di dalam tubuh lalat ada penyakit. Dan hadist ini juga memberitahu bahwa di dalam sayap lalat yang lain ada obat. Nah obat yang ada didalam sayap lalat, bisa larut dalam air (cairan).

 

# Tanya : Bagaimana perlakuan pada minuman yang dihinggapi lalat ?

Jawab : (1) Menenggelamkan seluruh tubuh lalat kedalam air tersebut (2) Membuang lalatnya. Dua tindakan tersebut, membuat minuman aman untuk dikonsumsi.

# Tanya : Bagaiamana seandainya lalat tersebut tidak ditenggelamkan?

Jawab : Jika lalat tidak ditenggelamkan, maka minuman tersebut tidak najis, namun terkontaminasi penyakit.

 

# Tanya : Bagaimana  jika lalat itu menghinggapi benda padat ? semisal roti, kue dsb

Jawab : berarti lalat itu menularkan penyakit, caranya adalah dengan membuang bagian yang terkena lalat.

# Hikmah yang bisa diambil adalah :

Jadi nasehatnya adalah : Hendaklah menjaga makanan yah, biar nggak dihinggapi lalat 🙂

 

Hadist Selanjutnya :

# Hadist tentang Pemotongan anggota tubuh hewan yang masih hidup

Contoh :

  • Ada sapi yang dipotong kakinya yang sebelah kanan, kemudian kakinya digoreng atau digulai. Walaupun darahnya mengalir, ini masuk dalam kategori bangkai, karena sapi dipotong pada saat masih hidup.
  • Pengambilan bulu domba yang masih hidup, ini juga masuk kategori haram. Karena pemotongan bagian tubuh hewan halal yang masih hidup masuk kategori bangkai.
  • Bagaimana kalau ikan ? Jika ikan masih hidup, dan dipotong bagian tubuhnya, ini halal.

 

Hadist selanjutnya…

# Hadist Tentang Al- Aniyah (Segala sesuatu yang berhubungan dengan wadah, baik panci, ember, baskom, piring, gelas, dsb..)

Janganlah kalian minum dalam wadah emas dan perak, pada asalnya hukumnya adalah haram. Dan janganlah makan pada piringnya, sesungguhnya wadah yang terbuat dari emas dan perak itu digunakan oleh orang kafir.

 

  • Larangan ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan , tak terkecuali. Sedangkan memilikinya tidaklah berdosa.

 

# Hadist selanjutnya…

Orang-orang yang minum di wadah tersebut, hanyalah menuangkan api jahannam kedalam perutnya. Maksudnya adalah Hal ini haram, dan amalan tersebut memasukkannya ke dalam neraka.

 

Penutup :

Hikmah dari pelarangan ini adalah untuk mencegah sikap hidup sombong dan berlebih-lebihan. Nggak kebayang deh kalau ini di halalkan, orang macam kaya raya nggak Cuma makan minum pake wadah emas, bisa-bisa  bikin WC juga pake emas, “Nyoh,, WC ku terbuat dari emas” bhahaha-  bah! Pamer, sombongnya 😀 nah ini nih yang nggak boleh 🙂

 

Jazakumullah khairan Katsir

Sudah membaca, mohon koreksi jika ada kesalahan penulisan 🙂

 

Yogyakarta, 21 April 2017

Alfaqir Ila Allah

Novie

 

Kajian Bulughul Maram – Pembahasan Dari mulai Kucing, Arab Badui “pipis” di masjid , sampai pembahasan Bangkai

Kajian Bulughul Maram , Pertemuan Ke-4
Masjid Al Ihsan, Suryodiningratan, Kamis, 13/4/2017 Ba’da Isya-selesai.
Ustadz  Bagus Priyo Sembodo

Ditulis oleh : Novie Najmi

 

— Lanjutan

# Membahas Hewan Kucing

Kucing adalah hewan domestik yang suka “glibat-glibet” bergaul dengan orang.

Tanya : Apakah Kucing ini Najis ? dan bagaimana bila terkena jilatannya?

Jawab : Jilatan Kucing tidak najis, begitu juga dengan bulunya. Tidak najis.

Pada hadist yang membahas masalah ini, Ulama mengambil pemahaman yang ajib nih. Jadi kucing termasuk hewan yang suka bergaul dengan manusia, kalau dinyatakan najis jadinya repot banget. Oleh karena itu, ini termasuk dalam kaidah almasaqqah tajallibut taysir, dimana “kesulitan itu memunculkan kemudahan.” Oleh karena itu diqiyaskan dengan kucing, segala hewan yang meskipun haram dimakan akan tetapi apabila manusia itu berdekatan dengan hewan-hewan itu, seperti keledai, dkk maka itu tidak najis, bahkan jilatannya juga tidak najis.

Jadi boleh banget kalo kita menyentuhnya, membelai kucing, walaupun kita tahu dia itu sering mandi jilatin tubuhnya tapi nggak pernah cebok apalagi pake pampers. Tapi konon kalo dilatih, kucing pipisnya itu katanya bisa disesuaikan gitu ya, di pasir khusus atau semacamnya begitu.

 

Oke kita bahas hadist selanjutnya yaa..

# Tentang seorang Arab desa yang pipis sembarangan di pojokan masjid.  Dan orang banyak itu marah-marah (nesu, menghardik, arep diantemi), lalu Rasul melarangnya, agar menunggu ia selesai kencing kemudian disiramkannya air keatasnya. Maksudnya disiram pipisnya yah, bukan orangnya yang disiram.

Dari hadist ini, ada beberapa masalah yang serius :

  1. Tidak boleh kencing di Masjid
  2. Soal kebodohan , orang berbuat kesalahan itu sebabnya macam-macam :

Diantaranya disebabkan karena durhaka (jahat) dan bodoh (tidak tahu kalo perbuatan itu salah).

Maka terhadap orang yang bodoh sebaiknya jangan marah-marah, karena tidak menyelesaikan masalah. Kepada orang bodoh, caranya adalah diajari dengan sabar. Dan kita bergaul dengan muslim itu menghadapi berbagai macam tingkat kepandaian yang berbeda-beda.

# Hikmahnya adalah : Hadist ini sangat penting dan berkesan kalo kita belajar dakwah. Mengapa hadist ini sangat penting ? Karena memahamkan pada kita tentang pentingnya arti kesabaran, bagaimana kita menghadapi beragam jenis orang di masyarakat. Salah satu contohnya adalah kebodohan ini, menghadapinya adalah dengan menjelaskan perlahan bukan dengan cara kasar.

  1. Mengenai hikmah dalam menyelesaikan masalah.

Janganlah menyelesaikan masalah dengan menambah masalah. Jadi kalau misalnya, orang arab desa yang kencing sembarangan itu diperlakukan dengan tidak baik ada beberapa dampak yang akan muncul :

  • Dia akan lari, dan air kencingnya akan kemana-mana. Najisnya kemana-mana.
  • Kalau orang arab tersebut digertak, dimarahi, besar kemungkinan ia tidak akan lagi kembali ke masjid
  • Jika ia terkaget, Bisa menyebabkan sakit dibagian skrotum (penjelasannya saya kurang paham, coba nanti saya tanyakan ke ahlinya).

 

  1. Cara menyucikan tanah yang terkena najis (kencing tersebut)

Dengan cara menyiram tanah dengan air, dan membiarkan air meresap kedalam tanah.  Jadi kalau misal tanah ini mau dibuat sholat diatasnya, itu boleh. Karena sudah dibersihkan.

 

Clear yah ?

 

Okeh kita bahas hadist selanjutnya, tentang Bangkai.

What is the bangkai ? Bangkai adalah hewan yang mati dengan cara tidak syar’I, contoh :

  1. Ada ayam lari-larian di rumah, terus lantai baru di pel, kotor lagi, pembantu di rumah nglempar ayam itu pake batu, hingga akhirnya mati. Ini disebut juga BANGKAI.
  2. Ada Wedhus (Kambing) lewat di jalan raya, tanpa tengak tengok ke kanan kiri, nggak lewat zebracross pula, ndilalahnya ada mobil lewat dan tertabraklah kambing itu, Qadarullah, sebelum kambing diperiksa dan diinfus sama dokter, kambing itu mati, ditengah jalan. Maka ini disebut juga BANGKAI.
  3. Ada Sapi masuk angin, eh belum sempat dikerokin, belum sempat juga dipijatin, belum sempat minum tolak angin . Eh udah mati aja tuh sapi!. Welahdalah.. durung sempet disembelih wis mati. Padahal harganya 20 juta. Rugi Bandar! Tolong jangan ditangisin, yang sabar ya,,puk pukk..puk. Ini juga masuk kategori BANGKAI.

 

Ketiga hewan diatas yang pada dasarnya halal untuk dimakan tapi mati dengan cara tidak syar’I , maka dihukumi HARAM. Karena pada dasarnya hukum bangkai adalah HARAM. Kecuali bangkai ikan dan belalang. Bahkan jika keduanya (ikan dan belalang) mati didalam air, walaupun airnya berbau, air tersebut tidak menjadi najis.

 

 

Demikian penjelasan singkat pertemuan keempat, mohon dikoreksi barangkali ada kesalahan 🙂

 

Ttd

Al-faqir ilallah

Yogyakarta, 14/4/2017