[Ya Allah] ……. Ihdinaa Ash-Shiraat Al-Mustaqiim

Pas maghrib tadi, saat aku mau ke al-furqon. Aku hampir tabrakan sama motor di perempatan Jl mentri supeno-Batikan.
 
Kronologinya seperti ini : Aku dari arah utara (jl batikan), beserta 2 mas-mas disampingku juga, karena kita di posisi paling depan, otomatis ketika lampu hijau , kita jalan duluan dong. udah ditengah jalan, pas mau ke barat, eh ada mas-mas dari arah barat dengan kecepatan tinggi. (mungkin) sepertinya dia sudah mnggunakan kecepatan tinggi dari jarak yang jauh ngejar lampu yang masih hijau, eh trus kuning terus udah merah, tapi dia wis kadung bablas gak liat-liat yang dari sisi utara sudah jalan dengan kecepatannya masing2. dan kita bertiga (aku dan 2 mas2 ) ngerem mendadak semua. Untung banget rem nya pakem wkwkw asem! telat dikit bisa tabrakan.
 
bisa bayangin kan ekspresinya si 2 mas itu? misuh. sakjane aku pengn melu2, tapi aku selalu gagal, refleks yang keluar dimulut malah kata yg lain wkwkw kalo habis kejadian kayak gitu pasti detak jantung semakin cepat.
 
 
dan setelah sampai al-furqon, semua rasa (kesal, degdegan) itu terhapuskan karena aku dapet pelajaran penting dari guruku, ya beliau mengisi kajian tafsir magrib tadi. tentang makna salah satu ayat di surat alfatihah “Ihdinaa ash shiraat al mustaqiim”. Jadi maknanya adalah kita minta ditunjukkan jalan yang benar, kita juga minta dikuatkan di jalan tersebut. kenapa jalan lurus ? ya karena jalan lurus itu jalan yang jelas akan menghantarkan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.
 
Nah, menariknya satu ayat itu bisa di uraikan dengan pertanyaan baru, kenapa tidak pake kalimat “ihdina ila ash-Shiraat al-mustaqiim?” kemudian disusul dengan argumen-argumen lain, dari situ muncullah 2 makna yang terkandung dari ayat tersebut misalnya “fahdinaa ilaa ash-shirat”, “Wahdinaa fii ash shiraat” . mikir lagi mikir lagi “iya juga yah kenapa pake uslub begitu.” Nah, karena posisiku sekarang sedang dalam masa belajar baca kitab. hal-hal seperti ini membuat aku mikir wwooohh aku mesti belajar lebih giat lagi nih. biar bisa cepet paham. Terimakasih Guru !
 
 
 
Advertisements

Menangis, Bolehkah?

 

Menangis, Bolehkah?

Oleh : Novie Najmi

 

Di Novel Milea (Seri ketiganya dilan), ada cerita dimana dilan nangis. Terus ayahnya bilang : “Nggak ada yang selesai dengan menangis” – lalu dilan ngeles “Siapa yang nangis” — Ayah bilang lagi “Terus ini air mata siapa di pipi dilan?” — bunda bilang “Ya air matanya lah” — “Diaaaaaammmm”

 

Dalam psikologi, Menangis adalah salah satu bentuk katarsis. Dalam menghadapi masalah-masalah yang dirasa begitu berat, its OK ini gak papa kok dilakukan, nggak salah. yang paling penting adalah kita mau “Mengakui (diri sendiri) dalam hati bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.” Ini jelas sangat2 penting. karena apa? karena yang tau sangat jelas diri kita adalah kita sendiri, bukan oranglain. Ketika sadar mengakui itu, proses itu akan menjelma menjadi sebuah penerimaan diri. Ya, kita menerima diri kita dengan kondisi-kondisi yang bahkan orglain tdk tahu atau nggak mau tau. Kalau sudah tahu begini, kita akan mudah untuk mengambil sikap selanjutnya.

 

Saat kita punya masalah nih, bahkan rasa-rasanya “perasaan” itu mengalahkan logika. itulah kenapa ada hal-hal yang orang anggap terkadang sepele, bisa jadi serius. Aku pribadi pengin nonjok banget kalo ada orang yang bilang “Kek gitu aja baper”, | “ya ampun hanya karna masalah diputus pacar, bisa bunuh diri” , “ya ampun artis korea yang bunuh diri itu, alasan kek gitu toh, gak punya Tuhan apa” | Buset ! hanya karna nilai raport merah, nggak naik kelas, bisa bunuh diri loh” | Cuma karena ditinggal orangtua, lu udah kaya orang gila, stress, gue juga udah pernah dtinggal orangtua pas SMP tapi gak kek gitu2 banget |  , hahaha antara pengin nonjok tu orang tapi kasian karna dia awam dalam memahami perasaan oranglain. ya begitulah. Ini yang aku bilang tadi, nggak semua orang itu mampu memahami, bahkan orang yang terkadang bilang “Aku bisa merasakan sakitmu” pun tetap tidak bisa disamakan dengan orang yang sedang mengalami hal tersebut. Tetap ada bedanya , gak bisa 100% merasa sama, itulah perasaan, makanya aku bilang “Jangan mudah nggampangin sesuatu, apalagi dengan hal-hal psikis, karna bukan urusan fisik, yang ketika sakit itu nampak di mata.”

Memaknai “Hari-Hari Berat” dalam Hidup

Memaknai “hari-hari berat” dalam hidup

 

Setiap orang pasti pernah mengalami hari-hari yang berat.  Entah itu karena patah hati,  kematian,  kegagalan, frustrasi, penyakit berat,  kecelakaan,  atau hal2 lain yg menyebabkan manusia berada dalam titik nadir kehidupan.  Merasa paling putus asa sejadi-jadinya.  Merasa bahwa ketika menjalani hidup bebannya banyak banget.  Sampai-sampai lunglai tak berdaya hanya untuk mendongak penuh harap.

 

 

Suatu hari aku membaca kisah nabi ya’qub (ayah dari nabi yusuf). Ketika beliau tahu yusuf telah tiada karena perbuatan saudaranya, bertahun2 ia diam ,menahan amarah dan tdk menampakkan kpd saudaranya yusuf.  Sangkin cintanya thdp yusuf. Ia sampai menderita bertahun2 , sampai ia buta. Kebayang kan betapa menderitanya nabi ya’qub kala itu?

 

Nah Di Ayat 86 QS yusuf, nabi ya’qub bilang “hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku”

 

Ketika ayat ini diterapkan dalam kehidupan.  Aku selalu meyakini bahwa sebesar apapun permasalahan hidupku. Aku sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa Ada masanya masalah itu akan selesai.  Hanya menunggu waktu saja. Sambil berikhtiar,  penuh harap dalam tawakkal 🙂

 

 

Di dalam kesempatanku belajar psikologi selama 6 tahun ini.  Banyak banget hal yang aku alami,  dikala menjadi pendengar atas masalah oranglain.  Kemudian aku menarik kesimpulan bahwa pandangan/sikap/perlakuan yang aku lakukan untuk diriku dan diri oranglain pastilah berbeda. Ini terjadi karna banyak faktor,  bisa menilik dari kepribadian orang,  jenis permasalahan,  kekuatan jiwa, pemahaman agama,  pendidikan,  dan lain sebagainya.  Sehingga ketika melihat sebuah permasalahan orang lain tentunya kita harus melihat dari banyak sisi.

 

 

Misal : Si A bersedih sampai hampir gila karena orangtuanya meninggal.

Si B bersedih sewajarnya ketika orangtuanya meninggal.

Kalo dilihat sekilas,  Permasalah mereka sama sebenarnya.  Sama sama kehilangan orangtua.

Tentu kalo ngelihat masalah seperti ini,  anda atau mungkin oranglain bisa saja bilang “semua manusia akan meninggal pada waktunya, jadi tidak perlu sampai menangis hampir gila karena ini , semua ini sudah ketentuan-Nya” .

 

 

Satu hal yang ingin aku bilang adalah “manusia itu memiliki hati yg berbeda satu sama lain”

Nggak sama.  Walaopun memiliki permasalahan yang sama.

Itulah kenapa sempat ada kejadian bunuh diri gara2 nggak lulus sekolah, bunuh diri karena putus cinta.  Krena permasalahan hati manusia tidak semudah itu digampangkan. Mungkin anda bisa bilang “cuma gitu doang loh bisa bunuh diri. Kan bisa coba lagi,  kalo gagal ya coba lagi” .

Dan aku pribadi gak bisa juga mengendalikan komentar orang tentang hal macam ini. Apalagi yang komentar bilang gini “kaya nggak punya agama aja,  nggak takut akhirat apa!”

Tentunya ini trjadi karna banyak faktor,  bukan hanya masalah agama saja. Kalo kita mau mengorek2 sesuatu secara mendalam aku sangat yakin,  pandangan kita terhadap sesuatu bakal tdk sesempit itu. Karena kita tahu jelas kronologinya.  Hmmm…

Penilaian buruk sepihak terkadang memilukan bagi yang mendengarnya 😦

Dan sudah aku tekankan di awal bahwa urusan hati itu benar-benar kompleks.  Orang yg agamanya kuat pun bisa terpelosok di urusan hati ini.

Nggak usah jauh-jauh,  orang juga bisa terjerembab dalam kenistaan karena kefuturan kok. Nggak usah nggumun loh!

 

 

Se-empati2 nya seseorang,  percayalah,  tidak ada yang bisa memahami hati kita sepenuhnya sampai di sisi terdalamnya juga.

Itulah kenapa aku sangat suka QS.  Yusuf : 86 ini,  mengingatkan bahwa manusia tdk ada yg sempurna memahami manusia lain.  Walopun itu sahabat,  keluarga bahkan pasangan sekalipun.  Atau orang yang mengaku “gue tau semua tentang loe! ” tapi bagaimanapun rasa sakitnya kita atas hari-hari berat kita,  oranglain sekalipun terdekat kita tidak bisa sepenuhnya “merasakan apa yang kita rasakan” itulah kenapa ya’qub bilang “hanya Allah yang pasti tau keadaanku, menderitanya hatiku atas kehilangan yusuf,  IA tau atas kesusahanku dan kesedihanku”

 

 

Dan dalam hari-hari yang begitu berat,  ibroh yang diambil adalah perbanyak mendekat pada-Nya.  Adukan kesedihan, kesusahanmu, karena oranglain blm tentu merasakan betapa pedihnya hari yang kau jalani. Dan Allah adalah sebaik-baik penolong.

 

 

Novie Najmi

Yogyakarta, Jumat, 08 September 2017 pukul 23.00 wib

Nilai UN matematika dapet 4,2 ? Nggak papa, Nggak Bakalan di hisab di akhirat kok :)

Beberapa hari lalu, aku mendengar kabar yang tidak mengenakkan, datang dari grup yang aku ikutin di Telegram. Alamakjah, beritanya nggak ngenakin banget, anak SMP bunuh diri karena nilai UN nya jelek. Usut punya usut, katanya nih ia dimarahi orangtuanya. Eh pas ortunya pergi dia udah bunuh diri aja. Tapi berdasarkan yang aku lihat di TKP alias website yang menampilkan berita tersebut, menampilkan berita bahwa si korban takut dimarahi orangtuanya lantaran nilainya jelek, dan ia tidak bisa masuk sekolah favoritnya. Hmm

Kalo inget urusan nilai, Aku jadi inget jaman aku SD nih yah, flashback ceritanya hihihi. Percaya atau tidak nilai UN ku pas-pas an banget di nilai matematika. Dapetnya berapa coba ? 6 ? bukan. Lebih kecil lagi. 5 ? bukan juga, masih mending tuh.. terus dapet berapa dong ? hmm malu-maluin banget sebenarnya kalo cerita ini, aku itu dapet nilai 4. Bhahahaha… ya aku sih trima aja kalo kalian bilang aku bodoh hahaha.. nyantai aja aku sih mah. Haha ya iyalah orang itu udah berlalu kok, kejadian tahun 2004 an apa yah kalo nggak salah.

 

Nilai 4 kala itu memang benar-benar memalukan sih, yaudahlah nggak papa, nggak dihisab juga di akhirat. Kala itu ada standar nilai kelulusan mapel, aku lupa berapa, 4,12 kalo nggak salah, nah aku itu dapet 4,2, mevet banget bener-bener mevet. Kalo bagi keluargaku ini jelas benar-benar memalukan, menurut mereka dengan aku yang biasa berada di pusaran 3 besar 6 kelas berturut-turut, kadang dapet rangking 1, kadang 2, kadang 3. Eh malah dapet nilai 4. Dan setelah diakumulasi dengan mapel lain, jadilah aku di urutan ke-4 di kelas. Alias rangking 4. Pas pengumuman di sekolah, aku udah mbatin nih, nih pasti orang pertama yang bakal marah, pasti bapakku. Yungalahhhh, ternyata bener aku dapet kata-kata “sayang” dari bapak. Kalimatnya begini “Ini anaknya siapa ini rangking 4, pengin di kevret apa?” bhahaha jujur kalo kalian liat ekspresi bapakku, atau liat kalimat ini aja deh, pasti kalian akan bilang bapakku tipe orang yang menuntut anaknya untuk selalu berada di posisi teratas. Tapi percayalah, bapakku tidak seperti itu, saudara. Bapakku itu tipe orang yang tidak pernah memaksa anaknya harus rangking satu. Hanya saja beliau itu nggak suka, kalo anaknya yang kata beliau sebenarnya punya potensi lebih, tapi nggak digunakan untuk belajar atau terkesan menyia-nyiakan kemampuannya.

Dulu bapakku pernah bilang gini “Bapak itu nggak pernah memaksa kamu harus rangking satu, tapi bapak tahu kamu pinter, kamu nggak belajar aja bisa masuk 3 besar terus, apalagi kamu belajar, kamu bisa rangking satu.” Dan emang bener, aku memang malas belajar, ngerjain ya kalo ada PR aja,kalo nggak ada PR ya aku nonton TV atau ngaji, atau baca komik surga neraka yang kala itu ngehits di eranya. Atau aku biasanya baca buku mamaku. Iya mamaku mewariskan buku-buku jaman SMA nya padaku. Aku lebih suka baca buku biologinya mamaku, baca buku matematikanya juga, walaupun aku nggak paham. Dan kalau udah nggak paham aku baru tanya sama mamaku. Well, mamaku adalah tipe orang yang asik untuk diajak diskusi ilmu pengetahuan. Nggak kayak bapakku, huuhhh nggak bisa! Dan aku selalu membawa buku mamaku pas aku belajar kelompok. Yups, bagiku mama adalah segalanya bagiku, she is very very very smart. Ketika aku ada PR, aku berlari padanya. Ketika aku ada masalah, aku juga berlari padanya. Ketika aku butuh duit, aku juga berlari padanya. Hahaha of course. Syaratnya aku harus ikut jualan gorengan hahahaha.. ya mamaku adalah penjual gorengan. Dan aku selalu bangga padanya , bangga dengan perjuangannya sampai detik ini. Nggak Cuma mama, aku juga bangga sama bapak. Ciyee, karena pas masa kecil aku juga deket sama bapak. Haseeekkk…

 

masa so sweet saat aku masih kecil adalah kita berdua jalan – jalan ke purbalingga. Tidak hanya itu, jaman aku masih tidur sama orangtua, bapak juga yang melatih aku tidur sendirian dengan lampu dimatikan. Kata bapak, “Kamu malam ini tidur yang nemenin bapak yah,” di puk puk puk, lampunya dimatikan, dan karena masih awal-awal, jendelanya dibuka, haha karena kamar terlalu gelap, tapi bapak jahat, masa aku ditinggal sendirian ujungnya ahaha ngapusi jeh katanya mau ditemenin, jebul ora 😛

Astaghfirullah, kok jadi crita mbleber2 gitu yaaa.. wkwkw kembali lagi ke nilai yah, yap nilai UN Ku yang jelek itu. sebenarnya kalo bicara nilai yang misal tiba-tiba anjlok, padahal sebelumnya ok ok aja, bisa dikarenakan banyak faktor. Misal, kamu sakit, kamu terlalu nervous, kamu kurang maksimal belajar, kamu kurang banyak berdoa, kamu tidak teliti dalam mengerjakan, kamu lupa rumus, kamu lupa materi yang sudah kamu pelajari, atau kamu khilaf di hal lain misalnya. Itukan bisa terjadi yah, namanya juga manusia kadang khilaf wkwkwk..

Nah dalam kasusku ini, ketika UN matematika, aku habis sakit, aku tidak belajar maksimal, aku salah perhitungan, aku kurang teliti ngitung. Mungkin itu bisa jadi asbab nilaiku dapet 4,2. Dan itu tuh njomplang banget gitu dengan nilaiku yang lain. Untungnya nilai di mapel lain tinggi, jadi bisa tertolong hasil akhirnya. Padahal prediksiku dengan kondisiku yang macam gitu, apes2nya aku dapet peringkat ke 3, eh ternyata meleset rangking 4. Dan ini membuat kekhawatiranku, mungkinkah aku bisa masuk sekolah di SMP negeri yang aku idamkan? Sedangkan ada satu nilaiku yang jeleknya minta ampun.

Kekhawatiranku berubah, setelah aku mendaftar di SMP idamanku. Ternyata untuk masuk SMP itu ada tesnya gan. Yaampun, aku jadi menghawatirkan nilai matematika ku, bisa nggak ya ngerjain, soalnya keinget nilai itu aku jadi merasa hopless, merasa aku ki bodoh. Dan setelah tes berlalu, pengumuman itu pun datang. Yaamplopp, entah aku harus bersyukur atau berduka. Aku masuk kelas favorit. Kelas 1A. nah pada saat itu angkatanku ada 6 kelas. Ada A,B,C,D,E dan F. dan masuk kelas A itu ujian yang lumayan cukup berat. Isinya anak-anak pinter-pinter. Aku bingung kenapa masuk sini ? padahal kemampuanku rata-rata. Dan apesnya lagi aku sekelas sama orang-orang yang dulu pernah ikut lomba cerdas cermat, maupun lomba mapel tingkat kecamatan. Kenapa tau? Dulu aku pernah berkompetisi dengan beberapa dari mereka.  dalam ati “Kenapa gue sekelas sama mereka sih, jeder!” jelas saingannya tingkat dewa ini mah. Masuk 10 besar aja udah untung banget nih di kelas ini wkwkw ojo ngarep rangking satu. Nah, waktu berlalu begitu saja, tapi emang bener, anak disini pinter-pinter, akhirnya dikelas 1A ini mentok-mentok aku Cuma dapet rangking 7. Bagiku itu nggak papa, soalnya aku juga males belajar, jaman aku SMP aku lebih suka ke perpus baca novel, cerpen atau Koran pagi. anggep aja aku lagi untung dapet rangking 7 haha.. tapi ya kalo inget itu tuh rasanya ada  kurang asemnya juga sih. Kok kurang asem, ya iya soalnya  saat aku liat temenku yang rangking satu di kelas lain, nilainya dibawahku, disitu tuh jleb banget “coba aku masuk kelas itu, disana aku bisa rangking satu wkwkw” tapi nggak enak juga ding masuk sana. Sebenarnya grade kelas macam gini itu ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kelebihannya adalah :

  1. Pengelompokkan Kelas yang memiliki nilai terendah, atau tertinggi. Akan lebih memantau jalannya kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran.

Contoh : Di kelas favorit, dalam menjelaskan pelajaran, ketika hanya menjelaskan garis besar saja, murid kebanyakan sudah paham. Bahkan ketika belum paham pun, murid akan aktif mencari tahu dan belajar bertanya lewat temannya yang paham.  Berbeda ketika guru menjelaskan di kelas yang lain misalnya, guru harus dari awal menjelaskan, memastikan sampai murid benar-benar paham apa yg disampaikan oleh guru. Pengelompokan ini akan memudahkan guru dalam mengambil metode belajar di kelas.

  1. Kompetisi yang semakin menguat

Murid yang berada dalam kelas favorit, gengsinya tinggi. Kalo kelihatan bodoh,lumayan cukup malu di kelas. Karena kepandaian temen-temen yang lain, diri jadi terpacu untuk mengimbangi cara berpikir anak yang lain. Dan ini menjadi babak penentuan apakah kamu akan masuk lagi di kelas favorit ketika kenaikan kelas. kalo ada anak kelas lain, berhasil menyamai atau melebihi nilai raportmu, siap-siap kamu akan ter-depak dari kelas favorit. Dia yang akan menggeser kursimu, di kenaikan kelas nanti. Tidak ada jaminan bahwa anak yang masuk kelas favorit, pas kenaikan kelas masuk kelas itu lagi, nggak ada gan 😀 buset, persaingan kursi kelas aja macam persaingan kursi politik wkwkwk

  1. Kemudahan dalam memilih peserta perlombaan/olimpiade

Dalam hal ini, guru akan mudah memantau perkembangan anak-anak mana saja yang berpotensi untuk mengikuti olimpiade. Dan pengambilan peserta perlombaan akan diambil dari kelas favorit. Diambil dari 3 besar biasanya.

nah dikelas 2 ini, aku dikasih keberuntungan lagi sama Allah, berhasil menduduki peringkat ke tiga di kelas. Kalau ditanya, “kamu belajar po? Kok bisa naik peringkat?” Jawabanku masih sama. Aku males belajar. Belajarnya pas mau ujian aja.

hari itupun tiba, dimana guru mengumumkan perlombaan tingkat kabupaten, dan siapa-siapa siswa yang akan dipilih. Dalam hatiku sih, palingan yang dipilih yang rangking 1 dan 2, soalnya kan udah memenuhi criteria. Dan jumlah yang diperlukan. Ternyata dugaanku meleset. Aku kepilih mewakili sekolah mengikuti lomba mapel IPS. Entah apa pertimbangan guru memilih peringkat ketiga, padahal jelas yang peringkat kedua aja ada bu, bu. Usut punya usut, ternyata kata beliau aku tipe orang yang berani ngomong dan memiliki kepercayaan diri yang baik. hasil aku ngobrol dengan beliau di kantor. Dan beliau yakin kalo aku mampu mengemban amanah mapel IPS. Setelah dipilih ikut lomba, itu menjadi hari dimana aku berubah dan serius dalam belajar. Dalam waktu seminggu ngebut belajar. Dan yang bikin aku kesel adalah materi yang dilombakan adalah kurikulum KBK, dan kami masih berada di kurikulum 1994. Aku harus marathon belajar dari sesuatu yang tidak diajarkan di kelas. Jahat! Memang. Sama aja kayak aku disuruh belajar materi anak kelas 3, padahal aku masih kelas 2. Apalagi pelajaran IPS kan ada beberapa ya : Geografi, sejarah, ekonomi. Itung-itungan pajak pula. Sewot ? iya. Sampai-sampai aku boker pun, itu buku masih aku bawa dan baca wkwkw astaghfirullah aib masa kelam, ini sebenarnya buruk untuk dilakukan. Karena waktunya udah mepet. Pokmen habis aku bantu-bantu bikin gorengan jualan mama, aku terus belajar. Belajar sampe mual kayaknya kala itu. dolan yo nyambi mbaca. Lah gimana masa aku nggak dolan ? nanti aku sutris dong, eh stress. Tapi temen maupun guru nggak ada yang tau wkwk taunya juara aja pokoknya -_-

 

hari itupun tiba, perlombaan dimulai. Aku memang sengaja dari awal nggak bawa buku ataupun tas. Cuma bawa alat tulis dan bawa diri aja, udah cukup, sama doa dikencengin maksimal pokoknyah. Sejak duduk di tempat lomba, aku tambah degdegan, pasalnya aku liat banyak anak pada masih belajar baca buku. Lalu aku iseng nanya-nanya kenalan juga “eh kurikulum mu udah KBK apa masih 1994?” – “Oh aku udah KBK” , yang lain juga sama, udah pada KBK, dalam atiku “sial, udah pada KBK semua nih anak, apa Cuma sekolah gue aja yang tertinggal wkwkwk” atau jangan2 memang angkatanku ini kelinci percobaan kurikulum, soalnya anak angkatan bawah keknya udah masuk KBK kalo nggak salah. Lagian aku juga sempat-sempatnya nanya kurikulum wkwk bikin down aja. Gimana gak degdegan coba, pasti tuh anak-anak lain udah setiap hari makan pelajaran yang dilombain hari ini. Nah aku baru belajar minggu-minggu kemarin. Kok KZL yah.. yaudahlah lupakan. Mending focus ke diri sendiri aja, ngapain ngurusin sekolah lain.

 

Bel pun berbunyi, tanda masuk .. ciyee kayak masuk sekolah aja. Soal dibagikan. Soal tidak boleh dibuka sebelum dewan juri menjelaskan peraturan. Setelah selesai dibacakan peraturan, mataku langsung terbelalak istighfar. Astaghfirullah yakin nih soalnya 100 ? banyak amat yak. Dan aku lihat halaman terakhir, isinya hitung menghitung -_- keringat rasanya bercucuran. Ekonomi, liat soalnya sulit duluan ini. Tau kan? Aku tuh ngerasa aku itu bodoh di hitung-hitungan. Akhirnya aku ngerjain geografi duluan. Ngerjain sambil mikir “nih aku kalo nggak sampe masuk 5 besar aja, malu2in deh bener, seenggaknya masuk 10 besarlah mentok2nya, karena dimaklumi kurikulumnya beda” seenggaknya kalo peringkat 10 tingkat kabupaten kan nggak malu-maluin amat yak. Tapi ada hal yang aku bersyukur banget sama Allah kala itu, serius! Materi-materi yang aku baca, pada keluar di soal. Setidaknya ini meminimalisir kekuranganku di hitung2an karena belum pernah diajari cara ngitungnya. Tapi walopun belum diajari aku tetap mencoba menghitungnya, ada yang pas jawabannya ada yang enggak. Yaudahlah aku pasrah aja sama Allah, klao rizqinya mah nggak kemana.

 

Waktu pun selesai, pengerjaan soal juga selesai. Istirahat akhirnya, nunggu dewan juri ngitung poin. Guru ku masih menemaniku dalam kejauhan, tapi hati kita dekat kok eaakkkk… dekat karena saling mendoakan 😛 . nah pemenang sudah ditentukan. Semua guru-guru pendamping dan peserta mulai deg-degan. Juaranya dibacakan oleh dewan juri beserta poin yang didapatkannya. Dimulai dari urutan 10 sampai 1. Pesertanya kala itu ada 64. Aku mulai degdegan, prediksiku aku masuk 10 besar. Ternyata peringkat 10-5 nggak ada namaku, aaaarg sedih 😥 bahkan guruku bilang “kok novie nggak masuk 10 besar ya, gawat ini” hopeless banget aku sedih, masak aku 10 besarpun nggak masuk. Udahlah mungkin belum rizqinya. Lemes kala itu. eeeeee dewan juri membacakan lagi juaranya. Untuk juara ke 4 sampai 1. Dan peringkat ke empat adalah Novie xxxx, dari SMPN X xxxxx, dengan poin XX, seketika itu kepercayaan diri aku naik. Ya Allah dugaanku meleset, aku yang mengira peringkat 10, eh ternyata peringkat ke 4. Guruku nggak percaya kala itu,  “woh kamu bisa peringkat empat ternyata, selamat, selamat” nggak ada yang ngira, serius!. Hmm ngomong2 yang juara ketiga skornya beda tipis ternyata, beda 2 poin apa yah kalo nggak salah. Dan u know ? sudah ketebak, yang juara 1,2,3 kurikulumnya sudah KBK. -_-wkwkw KBK lagi KBK lagi. Ngomong2 masalah soal yg aku kerjakan, Soal nya cukup rumit menurutku, dengan kemampuanku yang pas-pasan, untuk memahami soal ekonomi saja aku perlu baca bolak balik dan habis waktunya disitu. Entahlah apakah memang soal untuk perlombaan sengaja dibuat rumit dan banyak. Ini bukan pertama kalinya aku mengikuti perlombaan macam gini. Bahkan pas SD juga aku mengalami hal yang serupa, soalnya sama, ada 100 an soal. Di mapel IPA dan PAI. Dan untuk soal 100 dengan waktu yang terbatas, ini benar-benar menguras pikiran habis-habisan. Lelah fisik dan batin. Sepertinya jika ada perlombaan di jaman sekarang soalnya masih sebanyak itu, perlu di evaluasi lagi deh. Serius, itu benar-benar melelahkan, apalagi buat hitung-hitungan. Tapi ada yang lebih berat juga lomba PAI. Udah dikasih soalnya 100, masih dikasih praktek juga. Gila gila gila.

 

Itu sekelumit cerita yang aku coba paparkan dari pengalamanku melalui poin “kelebihan” grade kelas.

 

Tapi kalo ada kelebihan pastilah ada kekurangannya, dengan system kelas macam grade-grade-an gitu, diantaranya :

 

  1. Adanya “Stigma” Antara Kelas Favorit dengan kelas lain

Kalo masuk kelas favorit seolah hebat, ada prestis tersendiri. Kalo berlebihan , bisa gawat, bisa menimbulkan ujub dalam diri, sehingga meremehkan kemampuan kelas lain.

  1. Homogen

Dalam satu kelas yang terdiri dari anak-anak yang nilainya tinggi, persaingan begitu kuat, sehingga nilai yang tidak menonjol, tidak tereksplorasi kemampuannya lebih jauh.yang menonjol hanya orang tertentu saja. Sehingga ini sayang banget, padahal sama sama asset berharga. Nah kalo ditempatkan dikelas yang lain, dia bisa saja jadi juaranya.jadi perkumpulan orang-orang pintar justru akan mematikan orang yang tidak terlalu menonjol. Baiknya anak-anak pintar memang disebar yah hehe jangan dikumpulin.

 

Melihat itu, ya ada konsekuensi kelebihan dan kekurangannya juga sih, nah di masalah pendidikan ini, aku memang bukan ahlinya, tapi kalo aku pribadi, aku kadang lelah dengan pergantian kurikulum yang nggak netep-netep. Capek gan , mosok mau nomaden terus 😀

Dan di SMP ku itu, entah sekarang kurikulumnya kek gimana dan sekolahnya kek gimana, masih pake grade-grade an atau enggak, udah lama banget nggak njengukin tu sekolah yeh.. semoga tetep sehat deh tu sekolah.

 

 

Maaf juga omonganku ampe tumpeh-tumpeh nggak karuan padahal awalnya ngobrolin anak SMP bunuh diri L tapi emang ada sangkut pautnya sih, Dan kalo mau disangkut pautin sama peristiwa bunuh diri itu, ya ada.

Ada pun poin-poinnya sebagai berikut :

  1. Poin pertama yang aku ambil adalah tentang pengasuhan orangtua, aku sedang berpikir ini perlu diselidiki lagi cara mengasuh orangtuanya nih. Otoriter kah? Atau anak memiliki ketakutan tersendiri ketika ia mengecewakan orangtuanya.
  2. kepribadian si anak, jangan-jangan ni anak, nggak terbiasa nerima kegagalan, sampe akhirnya hopeless banget karena nilainya buruk. Dan malu banget karena udah terbiasa berprestasi. Atau kemungkinan lain, dia hopeless karena nggak bisa masuk sekolah paporitnya dia.
  3. Atau bisa jadi karena kemampuan dia terbatas, sehingga nilai UN ia jadikan sebagai harapan besar untuk loncatan sekolah selanjutnya. Namun di jalan, ternyata gagal.
  4. Penguatan Agama. Ini hal yang begitu penting, bagaimana anak tumbuh dalam pengajaran agamanya? Hanya orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah lah yang memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan tragis.
  5. Kematangan emosional anak. Karena anak SMP masih labil, bisa saja ia memutuskan untuk bunuh diri dalam waktu singkat, bisa juga ketika ia sadar, terus menggagalkan diri dari percobaan bunuh diri, eh udah terlanjur terjerat lehernya. Berarti masih ada kemngkinan ketidaksengajaan yah.. hanya dia dan Allah yang tau.

Semoga Allah menerima amalmu nak 😥 ya Allah…

Kajian Bulughul Maram – [Lanjutan] Bab Penghilangan Najis dan Penjelasannya

Kajian Bulughul Maram, Pertemuan ke-8

Ustadz Bagus Priyo Sembodo

Masjid Al ihsan, Suryodiningratan, Kamis, 18/5/2017 Ba’da Isya

Ditulis oleh : Novie Najmi

 

Hadist ke- 25

Darinya (Anas bin Malik) , ia mengatakan bahwa disaat perang khaibar, Rasulullah memerintahkan Abu Thalhah untuk menyampaikan pengumuman. Lantas Abu Thalhah pun berseru, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang  kalian memakan daging keledai jinak (bukan yang liar) karena dianggap kotor.” (Muttafaq Alaihi).

Hadist ini mengingatkan kita bahwa memakan daging keledai jinak adalah haram, sedangkan memakan daging keledai liar adalah halal. Dan hadist ini juga menjadi dalil bahwa air kencingnya, darah dan kotorannya keledai jinak adalah haram  akan tetapi keringat, badan dan ludah, menjadi khilafiyah di kalangan ulama, najis atau tidaknya. Yang jelas kita tidak boleh memakan daging dan meminum susunya.

I’lal daripada keharaman keledai itu yakni kotor dan najis. Karena segala sesuatu yang najis, haram untuk dimakan karena mengandung madharat.

Tanya : Kok badannya keledai jinak itu nggak najis ?

Jawab : Banyak riwayat di jaman nabi tentang menunggang keledai, dan tidak mengganti bajunya setelah menungganginya.

 

Hadist Ke-26

Dari Amru Ibnu Kharijah, ia berkata bahwa Rasulullah pernah menyampaikan khutbah dari atas tunggangannya di Mina. Saat itu air liur hewan tunggangan tersebut mengalir diatas pundakku. Dikeluarkan oleh Ahmad dan Tirmidzi dengan menilainya sebagai hadist shahih.

Pelajaran atau hikmah yang bisa diambil adalah :

  1. Mengenai khotbah : boleh dilakukan diatas kendaraan dan pendengar boleh mendengarkan dibawahnya.

Hikmahnya : Posisi guru lebih tinggi dari murid. Kenapa diatas kendaraan ? supaya lebih terdengar dan terlihat oleh pendengar.

  1. Berkaitan dengan thoharah : hadist ini menunjukkan jelas bahwa ludah unta adalah suci. Semua ulama bersepakat tentang ini. Hadist ini turut menjadi dalil ludahnya hewan yang boleh dimakan seluruhnya adalah suci.

Tanya : Tahunya darimana ustadz, kok ludah unta nggak najis ?

Jawab : yakni dari nabi membiarkan dan tidak memerintahkan untuk membersihkan badan dan pakaian. Tidak berbuatnya nabi, juga merupakan petunjuk atas sebuah hukum.

Bahkan bukan hanya ludah, tetapi air kencing dan kotorannya ketika mengenai kain dan dipakai untuk sholat , tetap sah. Karena hukumnya suci.

Hadist ke-27

Dari ‘Aisyah ia berkata bahwa Rasulullah pernah mencuci (Membasuh) bagian pakaian yang terkena air mani. Setelah itu, Rasulullah keluar untuk menunaikan sholat dengan mengenakan pakaian tersebut. Saya sendiri masih melihat bekas cucian itu. (Muttafaq Alaihi).

Hadist ke 28

Dalam Riwayat muslim, disebutkan dengan redaksi ; Aku benar-benar pernah menggosok bekas air mani dari pakaian Rasulullah. Kemudian Rasulullah melaksanakan shalat dengan mengenakan pakaian tersebut. Masih dalam riwayat muslim disebutkan : Aku benar-benar pernah mengerik air mani yang sudah kering di pakaian beliau, dengan kukuku.

 

Penjelasan hadist ke 27 dan 28 :

ketika pakaian Rasul terkena air mani, cara rasul mensucikannya adalah dengan membasuh bagian yang terkena air mani. Dan ini sah dipakai untuk sholat.

Penjelasan untuk hadist no.28 : air mani kering yang menempel pada kain, cara mensucikannya boleh dengan mengikis/mengerik dengan kuku, tanpa dicuci. Ini tetap sah untuk sholat. Karena air mani tidak najis. Walaupun tidak najis, sebisa mungkin tetap dihilangkan.

Hikmah yang bisa diambil :

  1. Pola hidup sederhana

Pakaian Rasul adalah “multipurpose” alias serbaguna, beliau gunakan untuk tidur dan sholat. Hal ini menandakan bahwa kehidupan rasul begitu sederhana.

  1. Amalan untuk istri shalihah

Hadist ini mengisyaratkan kepada istri untuk cuci mencuci pakaian suami. Hihihi…. Ini termasuk amalan untuk istri yang baik 😀 seperti Aisyah yang mencucikan pakaian Rasul.

 

Yogyakarta, 19 Mei 2017

Kajian Bulughul Maram, (lanjutan) tentang Wadah (aniyah) dan Bab Penghilangan najis dan penjelasannya. – Pertemuan Ke-7

Kajian Bulughul Maram, Pertemuan ke-7

Ustadz Bagus Priyo Sembodo

Masjid Al ihsan, Suryodiningratan, Kamis, 11/5/2017 Ba’da Isya

Ditulis oleh : Novie Najmi

 

 

Hadist ke – 22

Dari imran ibnu hushain,  disebutkan bahwa Rasulullah dan para sahabatnya pernah berwudu’ dari mazadah (tempat penampungan air yang terbuat dari kulit binatang) milik seorang perempuan musyrik. (Muttafaq ‘alaih)

 

Penjelasan lanjut mengenai hadist ini :

Boleh menggunakan mazadah (biasanya mazadah yang dipakai oleh orang musyrik adalah kulit dari hewan yang menjadi bangkai (karena tidak disembelih secara syar’i). Hadist ini menunjukkan Boleh (setelah disamak) selama wadahnya orang musyrik yang kita tidak tahu terkena najis misal babi, anjing, dsb. Hukum asalnya justru suci, boleh digunakan orang muslim jika ingin berwudhu. Jadi jika terkena badan orang non islam, tidak najis.

 

Tanya : Ustadz, bagaimana orang-orang yang menganggap orang  musyrik itu najis ? dengan diperkuat dengan Qs. At taubah : 28.

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Jawab : Yang perlu ditafsir dari ayat ini ada 2 yaitu :

  1. Apakah makna “musyrikuna” ?

Ayat ini perlu dijelaskan, karena disalah artikan muslimin, menghukumi muslim lain. Misalnya : (1) masjid tertentu yang didatangi oleh muslim lain kemudian setelah orangnya pergi, masjidnya dibersihkan karena merasa itu najis (2) Jemuran pakaian yang terkena/tersentuh oleh muslim lain, kemudian dicuci kembali, karena menghukumi itu najis. Oleh karena itu, ayat ini perlu diperjelas lagi. Kalau tidak, semua orang yang dianggap syirik, bisa terkena ayat ini.

Sehingga Musrikuna, dalam ayat ini adalah nonislam, bukan muslim yang melakukan kesyirikan.

2. Apakah makna “najasun” ?

Najis dalam hal ini adalah bukan jasmaninya, tetapi aqidah dan amalannya. Jadi kalau ayat ini digunakan untuk menghukumi najis bagi sesama muslim , jelas ini salah.

 

 

Hadist ke – 23

Dari Anas Bin Malik , disebutkan bahwa bejana Rasulullah pernah retak, kemudian Rasulullah menambal bagian yang retak itu dengan pengikat dari perak (HR. Bukhari).

 

Penjelasan untuk hadist ini :

Hukum menggunakan perak untuk wadah pada asalnya adalah haram bagi laki-laki dan perempuan. Namun penggunaan “sedikit” perak untuk memperbaiki/menambal wadah itu diperbolehkan.

 

Berikut ini adalah hukum penggunaan emas dan perak :

  1. Emas dan perak, digunakan sebagai wadah –> hukumnya haram untuk laki-laki dan perempuan
  2. Emas dan perak, digunakan sebagai pakaian –>  Untuk perempuan (halal), untuk laki-laki (haram).
  3. Emas dan perak, digunakan sedikit untuk menambal, untuk memperbaiki supaya berfungsi, ini diperbolehkan.
  4. Emas (sebagai perhiasan) –> Digunakan perempuan (halal), jika digunakan laki-laki (haram)
  5. Perak (Sebagai perhiasan) –> digunakan oleh laki-laki dan perempuan, hukumnya halal.

 

BAB PENGHILANGAN NAJIS DAN PENJELASANNYA

Tanya : Ustadz, kalo pakaian kita terkena kotoran hewan itu najis nggak ?

Jawab : kotoran hewan yang halal dimakan maka tidak najis.  Misal : ayam. Kotoran ayam ini tidak najis à maknanya : Kotoran itu tidak menghilangkan kesucian dan sahnya ibadah. Jadi kalau orang kena kotoran ayam, shalatnya tetap sah. Tapi bukan berarti itu lantas dibiarkan saja yaaa, alangkah lebih baiknya dibersihkan.

 

 

Tanggapan Penulis :

Hehe nganu , ngrungokke iki, Njuk aku dadi kelingan jaman Ujian semesteran mbiyen pas SMA, aku nginjek telek bebek. Belum sempat ke toilet untuk dibersihkan karena jaraknya jauh, akhirnya langsung masuk kelas krena udah bel masuk, pas lagi garap soal , temen2 pada bilang “bau apa ini” sampe pada tutupan hidung, dan temen disampingku Tanya “nov, kamu bau sesuatu nggak sih?” dan aku Cuma bisa jawab “Iyo iki mambu yoo” . Akhirnya aku ungkap juga pengakuan dosa ini, di blog bhaha… astaghfirullah maafkan hambamu ini ya Allah… 😀 dan temen kelasku belum ada yang aku ceritain soal ini hahaha..

 

Nah, kebayang nggak sih, kalo ini terjadi pas sholat, sarung, celana atau rok kita ada teleknya, tapi kita biarin aja, terus orang yang disamping kita terganggu konsentrasinya, karena mencium sesuatu.

Pas wis Takbirotul ikhram, njuk ning jero ati bilang “mambu opo iki” . nah loh… 😀

 

Wis ah ceritane,

 

Cusss lanjut hadist selanjutnya :

 

Hadist ke- 24

Dari Anas bin Malik , ia mengatakan bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang khamr (minuman memabukkan) yang dijadikan cuka. Maka Rasulullah bersabda : “Tidak boleh” (HR. Muslim)

 

Penjelasan tentang hadist ini :

Apa itu khamr ? khamr adalah hal yang banyaknya memabukkan, terbuat dari fermentasi anggur, atau kurma atau sejenisnya. Selain khamr, nah hadist ini kan menyebutkan tentang cuka. Mari kita simak proses pembuatannya.

Jadi ketika anggur/kurma/sejenisnya diragi. Dia mengalami proses namanya fermentasi, sampai suatu saat dia mengalami fase khamr. Nah biasanya orang arab menandai khamr itu dari baunya, bau anggur semakin keras, biasanya lebih dari 3 hari. Nah khamr yang terus di fermentasi, bablas (tidak berhenti prosesnya), kmudian mengalami proses masa cuka.

 

Nah pertanyaannya adalah, apakah cuka ini halal ?

Jawabannya adalah Halal.

Dengan alasan : tidak ada proses pemberhentian pada saat sudah menjadi khamr, Proses fermentasi ini diteruskan sampai berakhir menjadi cuka.

Skema mudahnya seperti ini :

( Anggur –> (fermentasi) –> menjadi Khamr –>  (Fermentasi) –> menjadi Cuka –> HALAL )

 

Tanya : Bagiamana dengan hadist Rasul diatas, yang tidak membolehkan khamr dijadikan cuka ?

Jawab : skema mudahnya seperti ini :

# Proses 1

( Anggur –> (fermentasi) –> menjadi Khamr –> (Berhenti Proses) –>  (kalo sudah jadi khamr, jelas haram)

# Proses 2

Dari Khamr –>  (di fermentasi) –> menjadi Cuka –> HARAM

 

Penjelasan :

Ketika anggur di fermentasi kemudian menjadi fase khamr. Terus si pembuat menghentikan proses fermentasinya. Karena tujuan awal si pembuat adalah membuat khamr. ini jelas haram.

nah terus, si pembuat beberapa hari kemudian membuat cuka dari khamr tersebut. Maka jelas cuka ini jadi haram.

 

 

Tanya : bagaimana status khamr? apakah khamr itu najis?

Jawab : ada dua pendapat

  1. sebagian ulama mengatakan itu najis, diperkuat dengan QS. Al maidah : 90. Maka penggunaan khamr untuk campuran parfum pun tidak boleh
  2. sebagian ulama lainnya : mengatakan bahwa khamr itu haram tetapi tidak najis. Jadi alcohol itu haram tetapi tidak najis.

Tanya : Apakah yang haram itu najis ?

Jawab : Tidak, contohnya emas. Emas itu haram digunakan laki-laki, tetapi ia tidak najis. Begitu juga dengan sutra, ia haram untuk digunakan laki-laki, tetapi ia tidak najis.

————————

 

Wallahu a’lam Bisshowab

 

Pundong, Yogyakarta , 12 Mei 2017

 

 

 

Bulughul Maram ~ Penyamakan kulit dari Bangkai- Pertemuan Ke-6

Kajian Bulughul Maram, Pertemuan ke-6

Ustadz Bagus Priyo Sembodo

Masjid Al ihsan, Suryoiningratan, Kamis, 27/4/2017 Ba’da Isya

Ditulis oleh : Novie Najmi

 

Hadist Ke-18

“Apabila kulit bangkai itu telah disamak, maka sesungguhnya kulit itu telah suci.”

Penjelasan :

  • Kulit itu bersumber dari : [1] Hewan yang disembelih dengan cara Syar’I [2] Hewan yang sudah menjadi bangkai (penjelasan bangkai ada di note pertemuan sebelumnya)
  • Jika bangkai : ketika diambil kulitnya , maka ia tetap bangkai yang statusnya tidak suci dan haram diperjualbelikan. Jika kulit ini disamak, maka kulit bangkai ini menjadi suci, hukumnya masih tetap “tidak boleh diperjualbelikan” walaupun kulit tersebut pada akhirnya digunakan untuk membuat barang-barang seperti tas, pakaian, dsb.
  • Pemrosesan penyamakan ini, mengubahnya menjadi suci.

 

Hadist ke-19

“Menyamak kulit bangkai itu berarti menyucikannya”

Hadist ini masih seputar samak, sehingga penjelasan tidak jauh berbeda dengan hadist sebelumnya.

 

Hadist ke-20

“Dari Maimunah r.a., beliau berkata : “Nabi SAW melewati kambing yang sedang ditarik, lalu beliau bersabda : “Mengapa kalian tidak mengambil kulitnya ?” Mereka berkata : “Sesungguhnya ia sudah menjadi bangkai.”. Ia dapat disucikan oleh air dan daun qaradh.” 

 

Di dalam hadist ini, tampak bahwa dahulu kala sahabat belum mempunyai ilmu tentang bangkai yang tidak bisa dipergunakan. Kemudian Rasulullah memberi ilmu bahwa bangkai itu haram dimakan, dijual/dibarter tetapi boleh digunakan dan dihadiahkan dengan syarat sudah diproses melalui penyamakan. Sehingga hilanglah najisnya dan boleh dipakai untuk membuat barang-barang seperti tas, sepatu, dan sebagainya.

 

Yogyakarta, 29 April 2017